Dik, kalo mau ke blok m turun dimana yah?

Itu adalah pertanyaan seorang nenek kepada seorang gadis di dalam busway.

Kebetulan saya berada di dekat nenek tersebut sehingga tidak sengaja mencuri dengar, saat itu kami sedang dalam perjalanan di busway jakarta jurusan pinang ranti.

Gadis itu memberitahu jika ingin ke blok m harus transit di semanggi. Saya cuma berpikir, kasihan sekali nenek ini, umurnya kira-kira 70 tahun tetapi dibiarkan berada di jalanan sendirian… dimanakah hati nurani anak-anaknya?

Malaikat itu ada diantara kita

Saya yang seharusnya menuju bogor, tiba-tiba ingin menemani sang nenek, kemudian saya jalan dibelakang nenek itu mengikutinya, karena saya tahu bahwa transit di semanggi akan menempuh perjalanan yang panjang menuju Halte Benhil.

Selama mengikutinya saya berjalan sangat pelan, memberikan pelajaran bagi diri saya sendiri

hidup kadang cepat kadang pelan, nikmatilah hidupmu

Sambil mengunyah permen karet saya memperhatikan langkah gontai nenek tersebut dengan rambutnya yang berwarna putih keperakan.

Sesampainya di halte benhil saya membantu nenek tersebut untuk naik busway, kemudian duduk disebelahnya. Nenek tersebut sepertinya sadar bahwa saya tadi jalan bersamanya, kemudian dia bertanya apakah saya mau ke blok m juga? saya jawab iya sambil tersenyum.

Didera rasa penasaran saya bertanya mengapa nenek tersebut pergi sendirian, diapun bercerita bahwa supirnya tidak datang sehingga dia pergi sendiri menuju rumah keponakannya, anak-anaknya jarang menengok dia walaupun jaraknya hanya berbeda 10 rumah, ketika liburan dia pun sering tidak diajak serta.

Duh! kenapa ya ada anak yang seperti itu, oh ya nenek itu mempunyai 4 orang anak, dia pun berujar bahwa dia tidak ingin tinggal bersama anaknya karena dia merasa dijadikan sebagai pembantu, disuruh masak,dll.

Saya pun memapah dia turuh tangga menuju basement dan kemudian naik lagi untuk menuju bis jurusan pondok labu, nenek tersebut mengajak makan di restaurant dan saya menolaknya secara halus.

Senyumannya adalah hal terakhir yang saya lihat ketika bis 601 itu melaju, dan kemudian sayapun melanjutkan perjalanan ke bogor untuk mengajar mahasiswa/i Β saya.

Pelajaran yang bisa saya petik selanjutnya adalah

Cintai orang tuamu, bahagiakanlah mereka

Bukankah dari kecil kita selalu dibahagiakan oleh mereka? Sekarang adalah saatnya kita membalas kebaikan mereka.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

20 thoughts on “Dik, kalo mau ke blok m turun dimana yah?”

  1. Luar biasa mulia hait kang Chandra ini…biarlah Tuhan yang membalas kebaikanmu kang..semoga juga anak-anak ibu tua ini bisa kembali sadar untuk lebih memperhatikan ibunya ini..

    1. iya euy, kadang suka sedih melihat orang tua yang ditelantarkan anaknya, termasuk orang tua yang dititipkan ke panti jompo..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge