Waktu akan berlalu dan tidak akan kembali

Ada seorang suami yang sibuk bekerja sehingga hanya memiliki sedikit waktu untuk istri dan keluarganya, menyadari sikapnya yang kurang baik dia pun berusaha merubah dirinya, sehingga saat liburan dia memberikan semua waktunya untuk istri dan keluarganya, menyadari perubahan sikap dari suaminya sang istri menjadi sedih dan bertanya kepada suaminya

Apakah saya akan segera mati?

Sang suami tersebut memang minggu lalu mengantarkan istrinya ke rumah sakit bertemu dengan dokter.

Kemudian sang suami tersenyum dan mengatakan bahwa dia memang ingin merubah sikapnya untuk lebih baik kepada istrinya.

Cerita ini saya ambil dari buku Everyday Greatness nya Reader’s Digest yang disusun oleh David K. Hatch.

Kalo mau baca cerita lengkapnya bisa lihat di bukunya yah, yang pasti ceritanya lebih seru 🙂

Saya menceritakannya juga kepada istri saya, saya ingin mengatakan kepadanya betapa saya sangat ingin membahagiakan dia dan keluarga saya.

Waktu akan berlalu dan tidak akan kembali.

Jadi isi waktu yang sangat berharga ini dengan kegiatan yang berguna.

Jangan sampai kamu nanti menyesal.

Saya juga berbicara mengenai melakukan hal-hal yang membahagiakan kepada sahabat saya yang akan melangsungkan pernikahan.

Menikah harus bahagia, kataku.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

7 thoughts on “Waktu akan berlalu dan tidak akan kembali”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge