Tulus Berakhir Mulus

Sumber kekuatan perusahaan yang utama adalah pelanggan menurut saya

Jika kita memiliki pelanggan yang setia bahkan menjadi seorang evangelis tentunya perusahaan itu tinggal ongkang-ongkang kaki menunggu uang masuk ke kantung.

Tapi untuk meciptakan pelanggan yang seperti itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan kerja keras pastinya.

Salah satu cara untuk memuaskan pelanggan menurut saya adalah perlakukan perusahaan tersebut kepada pelanggan.

Sebuah perusahaan yang tulus kepada pelanggan akan memuluskan hubungan, bahkan untuk jangka waktu yang sangat lama.

Saya seringkali iseng untuk memperhatikan bagaimana perlakuan perusahaan kepada pelanggan.

Suatu saat saya ingin membeli produk junk food, ketika saya ingin memesan, orang yang seharusnya berdiri ternyata sedang jongkok di bawah entah sedang melakukan hal apa, saya yang tadinya ingin memesan jadi mengurungkan niat saya, alasannya sederhana, saya tidak melihat ketulusan dari matanya, jika memang sedang melakukan sesuatu di bawah, setidaknya bisa tersenyum dan berkata, tunggu sebentar yah pak karena saya sedang … saya akan segera melayani bapak secepatnya. atau segera meningggalkan urusannya di bawah dan segera melayani pelanggan.

Jika itu yang dilakukan oleh pelayan tersebut, mungkin saya tidak akan menceritakan tentang jeleknya pelayanan ditempat itu.

Sisi baiknya adalah saya jadi mempunyai ide untuk menuliskan postingan ini 🙂

Suatu saat saya sedang makan di suatu rumah makan, ketika saya ingin memakan sambal, ternyata tempat sambalnya sangat tidak layak (kotor tidak ketulungan) kemudian saya memanggil orang yang menurut saya menajer kemudian memberitahukan perihal tempat sambal yang tidak layak tersebut, kemudian dia pun segera mengambil tempat sambal tersebut, mengucapkan permohonan maaf.

Dan apakah yang terjadi selanjutnya?

Saya tidak jadi memakan sambal tersebut

Dan tahukah apa yang saya harapkan?

Saya mengharapkan terima kasih dari orang tersebut, sepotong semangka sebagai ucapan terima kasih pastinya tidak akan membuat rumah makan tersebut gulung tikar 🙂

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge