Tato dan gelang

Malam kemarin saya mengutarakan keinginan saya untuk di tato kepada istri saya, saya ingin di tato bagian jari manis menyerupai cincin sehingga saya tidak perlu menggunakan cincin yang asli dan cincin itu akan ada selamanya di jari saya. Menanggapi hal itu dia hanya tertawa, mungkin aneh baginya tapi untuk saya itu sesuatu yang keren.

Kemarin ketika jalan- jalan ke botani square bogor ada pameran teknologi se asia tenggara, salah satu standnya merupakan stand dari pemerintah kota bogor, ada batik bogor tradisiku, ada kerajinan dari barang bekas, dan ada juga berbagai jenis kujang.

Mata saya tidak sengaja melihat sesuatu yang sudah lama saya cari, sebuah gelang. Gelang tersebut berwarna hitam, terbuat dari akar pohon ( saya lupa namanya) kata penjualnya gelang ini dibuat oleh suku baduy. Untuk memasukan gelang tersebut harus menggunakan tali, saya mencoba memasukannya tanpa menggunakan tali ternyata tidak berhasil,

Sesampainya di kos, saya mencoba untuk memasukannya kembali dengan bantuan sabun tangan, dan ternyata bisa, yipiiii seru nya punya gelang!!!

Sesuatu akan berhasil jika kita mencobanya terlebih dahulu – chandra iman

Istri saya bercerita bahwa dia memakai gelang yang serupa saat SD, kemudian saya bilang, wah kalau begitu perilaku saya seperti anak SD dong! Istri saya pun tertawa lagi.

Alasan saya mengenakan gelang ini adalah karena gelang ini terbuat dari akar tanaman, saya tidak perlu menyakiti hewan, saya tidak tahu apakah ini menyakiti tanamannya juga, saya mungkin nanti ingin memakai dari sesuatu yang tidak menyakiti tanaman dan hewan. Selain itu jika benar gelang ini dibuat oleh suku baduy, maka saya akan lebih senang, karena saya menghormati suku baduy yang menghargai alam.

Harga gelang ini hanya 10.000 rupiah, murah, tapi bagi saya bernilai mahal, gelang ini akan senantiasa mengingatkan saya untuk lebih memperhatikan alam sekitar.

Saat ini mungkin jari saya belum ditato, mungkin juga tidak akan pernah ditato, tetapi saya memiliki gelang yang saya anggap sebagai tato saya 🙂

imageUpdate 26 Agustus 2014:

Ga tau kenapa, tiba-tiba teringat yang jual bilang bahwa gelang ini terbuat dari akar pohon handeleum (dalam bahasa sunda), setelah saya googling nama indonesia nya adalah daun ungu, wungu (dalam bahasa jawa) info lengkapnya bisa lihat disini

 

 

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

4 thoughts on “Tato dan gelang”

    1. iya idah yang di anyam, menurut saya keren, karena gelang ini terbuat dari akar dan dibuat oleh suku baduy 🙂 wuih jadi saya udah ketinggalan jaman dong hehe tapi gpp lah better late than never 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge