Si Stanley

Kemarin adalah hari yang membahagiakan ketika saya bisa menyapa sahabat yang sudah lama tidak saya jumpai.

Nama dia stanley, namanya keren! seperti Stan Lee yang pencipta spiderman 🙂

Dulu stanley yang saya kenal suka bermain basket, sekarang, saya pikir dia berbakat menjadi seorang pujangga. ini tulisan dia tentang nostalgia smp kami dahulu.

Nostalgia SMP Mardi Yuana 2 Bondongan – Bogor

Pohon rindang dan kursi di bawahnya sudah tak ada lagi…
Kelas kandang ayam yang ketika siang hari rasanya seperti oven juga sudah tiada, berganti menjadi sebuah gedung megah bertingkat…
Pelataran kapel tempat ngobrol sudah berubah total, dan jalan kecil di samping kapel, tempat nonton basket sudah ditutup…

Bangku semen di bagian belakang, dan pohon rindangnya sudah hilang karena perluasan kapel… sedangkan bangku bangku di sisi kanan lapangan kini ternaungi pohon cherry yang rimbun…
Guru-guru kita, sebagian sudah tak mengajar lagi di sana…
Bahkan nama sekolah kita pun sudah berganti menjadi Mardi Waluya…

Terdengar gelak tawa, tapi bukan tawa kalian…
Ratusan pasang mata yang memandang, tapi bukan mata kalian…
Wajah dengan senyuman, tapi bukan wajah dan senyuman kalian…

Tak ada kalian yang duduk di bawah pohon rindang, membicarakan segala hal khas abg…
Tak ada kalian, para teman seperjuangan atlet sekolah, yang berlari-lari di lapangan, dan mendrible bola basket…
Tak ada kalian yang duduk di ruang-ruang kelas itu…
Tak ada lagi kita yang dulu…

20 tahun meninggalkan mybond

Ya saya bersekolah di SMP Mardi Yuana 2 Bondongan (MY Bondongan, atau kami menyebutnya My Bond), saat ini namanya sudah digant menjadi SMP Mardi Waluya Bondongan (MW).

Saat ini stanley memiliki usaha warnet di kab Bogor. keren bro!

Dahulu saya beberapa kali bermain dindong (game) di Lantai teratas Bogor Plaza (sekarang tempat tersebut sudah tidak ada)

Mengapa tiba-tiba saya menuliskan tentang si stanley ini?

Dia menginspirasi saya untuk memberikan waktu lebih kepada keluarga

Saya tidak memakai BB (Blackberry) dan WA (Whatsapp) karena ketika pulang saya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga.

JLEB!

JLEB!

JLEB!

Wuih keren khan, saya jadi teringat ketika saya bertemu dengan keluarga saya, saya masih asik saja bermain clash of clans walau hanya 2-3 kali menyerang kampung tetangga kemudian saya matikan.

Teman saya yang lain bilang:

Lelaki jika tidak bermain games maka kreatifitasnya terhambat

Haha, entah ini benar atau tidak, atau hanya sekedar pembelaan.

Yang jelas saya harus lebih mengurangi main games dan lebih banyak meluangkan banyak waktu untuk keluarga.

Teh Sosro dalam kampanyenya saat ini menyarankan minimal 15 menit sehari untuk meluangkan waktu bersama keluarga. Saya benar-benar setuju, hanya saja untuk saat ini saya palingan dalam seminggu hanya bisa meluangkan waktu 2 hari.

Thanks stan! sudah mengingatkan bahwa keluarga adalah yang utama.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge