Seorang Guru

Kakek saya dahulu merupakan seorang guru, mungkin karena itu saya juga menyenangi dunia pendidikan. Saat ini saya menjadi dosen di Kalbis.

Saat murid siap, maka guru akan muncul

Dalam hidup saya memiliki banyak guru, mulai dari TK sampai kemarin saya menyelesaikan pendidikan S2 saya. Banyak ilmu dan pengetahuan yang saya serap dari guru-guru saya.

Contoh:

Saya memiliki seorang guru (dosen) yang memiliki style berpakaian unik yaitu menggunakan tas ransel dan celana jeans. Keren! Oleh karena itu saya masih membawa ransel ketika mengajar.

Saya memiliki guru (dosen) yang mengajar dengan lembut, saat ini gaya mengajar saya juga lembut.

Saya juga pernah di gampar oleh guru sma saya, saat ini ketika mengajar saya tentunya tidak menggampar murid saya hehe, tapinya lebih menjaga emosi saya, agar tidak lepas kontrol. Kita bisa belajar dari pengalaman negatif dan kita gunakan agar tidak mengulangi pengalaman tersebut.

Lebih baik memukul angin daripada memukul orang lain.

Jika anda memiliki guru yang baik, saya yakin anda juga menjadi orang yang baik.

Anggap guru sebagai orang tua kita sendiri ujar supir taksi yang saya naiki minggu kemarin. Bener sekali, dalam hidup ini kita banyak beraktivitas di sekolah, sama dengan waktu yang kita habiskan dengan keluarga kita.

 Tidaklah salah jika guru diberikan gelar pahlawan tanpa tanda jasa.

Oh ya saja juga membaca buku tuesday with morrie yang bercerita tentang seorang dosen. Intinya menjadi seorang pengajar kita tidak perlu menjadi seorang boss yang memiliki anak buah sehingga memiliki hidup yang bahagia.

Selamat hari guru.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

2 thoughts on “Seorang Guru”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge