Semangat Anti Narkoba!

Siapapun tidak akan pernah setuju dengan penyalahgunaan narkoba, siapapun tidak akan rela jika ada saudaranya, kerabatnya, teman-temannya menjadi seorang pecandu dan siapapun akan geram kepada mereka yang sengaja berbagi, menjadikan narkoba sebagai barang komersil demi menguntungkan diri sendiri. Sudah pasti!

Narkoba, bukan saja merugikan diri sendiri, keluarga bangsa dan negara. Narkoba juga ternyata lebih dari sekedar musuh dalam selimut yang menggerogoti mental masyarakat, merusak generasi-generasi penerus bangsa, menelurkan benih-benih kerusakan dan kejahatan yang perlahan-lahan dapat meruntuhkan integritas bangsa sebagai negara satu kesatuan.

Semuanya sepakat untuk mengatakan SAY NO TO DRUGS!!! Huft, geram rasanya. Meski saya bukanlah salah satu dari mereka, tapi melihat dan  mendengar berita dari berbagai media, membuat saya cukup gerah. Ada kemungkinan sayalah yang teriak paling  keras kalau ada demo anti narkoba karena saking kesalnya dengan barang-barang terlarang tersebut. ( >_< )Bagaimana tidak?!  Saya mengalami dan melihat sendiri pelbagai fenomena yang miris berkenaan dengan narkoba.

Saat ini, cukup banyak gerakan-gerakan anti narkoba yang tergabung kedalam suatu wadah organisasi. Saya cukup salut dengan kepedulian mereka para pencetus dan anggota terhadap masa depan negeri ini. Dengan kegiatan mereka seperti kunjungan-kunjungan ke panti rehabilitasi, kampanye-kampanye, pemberian penyuluhan kepada para generasi muda, siswa-siswi sekolah lanjutan, sekolah menengah dan mahasiswa. Semua itu dilakukan dalam rangka melawan penyalahgunaan secara illegal narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) yang semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Seperti kampanye yang dilakukan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) dan dengan mencanangkan INDONESIA BEBAS ANCAMAN NARKOBA TAHUN 2015.

Adalagi GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Jakarta. Gerakan yang berdiri pada bulan September tahun 1999 ini, telah banyak memberikan sumbangsih. Kiprahnya dalam membantu pemerintah dalam upaya menyelamatkan bangsa, dari kehancuran sebagai akibat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba sangat terasa hingga saat ini.

Beralih ke Jawa Timur, GRANAT juga berdiri didaerah Pacitan. Seperti yang dikutipnya dalam www.granatjatim.blogspot.com, dalam visi dan misinya secara konsepsional dan sistematis, membantu segala upaya pemerintah dalam 4 hal pokok yaitu :

  1. Mencegah masuknya Narkoba secara ilegal dari luar negeri ke Indonesia, dan mencegah berpindah serta beredarnya Narkoba dari satu daerah ke daerah lainnya, dalam wilayah hukum Negara Kesatuan RI.
  2. Memberantas Peredaran Gelap Narkoba diseluruh Pelosok tanah air.
  3. Mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkoba (bertambahnya jumlah korban) dengan mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada segenap lapisan masyarakat.
  4. Menanggulangi Korban (Para Pencandu) untuk kembali dalam kehidupan yang normal di dalam masyarakat.

Masih banyak lagi GRANAT-GRANAT lain yang berdiri diberbagai wilayah Indonesia. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian, kini sudah banyak terbentuk forum-forum anti narkoba dan blog-blog yang menyajikan informasi tentang seluk beluk narkoba, sebab akibat dan penanggulangannya.

Yang menjadi pertanyaan, apakah yang sudah kita berikan sebagai bentuk kepedulian? Sementara kita tidak tahu, jangan-jangan narkoba telah merangkak masuk kedaerah kampung kita secara diam-diam yang suatu hari bisa menjadi bom yang siap meledak.

Peran serta aktif sebagai bentuk sikap anti narkoba juga bisa kita terapkan secara gotong royong dilingkungan RT/RW. Secara pribadi, dalam keluarga yang merupakan organisasi terkecil, tentu kita harus membuat tameng-tameng. Dengan memberikan pengetahuan dan pendidikan yang benar salah satunya tentang bahaya narkoba. Tetapi upaya pencegahan itu akan menjadi lebih efektif, jika dilakukan secara gotong royong. Seperti yang kita tahu, tidak semua keluarga, memiliki pengetahuan yang benar atau bisa jadi memiliki tingkat kepedulian yang berbeda-beda terhadap anak-anak mereka sebagai generasi penerus.

RT/RW yang terdiri dari himpunan kepala rumah tangga bisa juga berperan aktif. Dengan mendirikan organisasi anti narkoba, atau jika karang taruna/ organisasi pemuda telah terbentuk, kita bisa membuat divisi anti narkoba. Tentu dengan visi misi, semangat dan kerja nyata. Organisasi tersebut akan menjadi penangkal jitu dan super canggih dari peredaran narkoba. Tanpa bantuan dan peran serta aktif dari masyarakat melalui wadah organisasi anti narkoba tingkat RT/RW, maka jangan pernah bermimpi dan berharap banyak jika narkoba dapat dibasmi atau diminimalisir seefektif dan sejauh mungkin.

Warga masyarakat biasanya akan segan, sungkan, malu, bisa jadi takut atau apalah alasan/ yang ada di pikiran mereka bila harus bertindak dan bergerak sendiri- sendiri. Tetapi bila bersama- sama alias bergotong royong dalam suatu wadah organisasi resmi, maka warga tidak akan segan, sungkan, malu, takut, dan lain-lainnya lagi guna bergerak dan bertindak memerangi narkoba. Disamping itu organisasi anti narkoba tingkat RT/RW bisa berperan sebagai saksi kolektif atas kasus- kasus narkoba yang ada diwilayahnya.

Upaya sekolah jenjang  Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK) dalam upaya penanggulangan peredaran, pencegahan dan pemakaian narkoba di lingkungan sekolah berbeda-beda, tapi kesadaran sekolah akan gerakan anti narkoba sudah cukup tinggi. Upaya penanggulan dan pencegahan penggunaan narkoba sudah dilakukan dengan berbagai macam kampanye, penyuluhan, penataran, pelatihan, dan pemeriksaan.

Salah satu upaya yang dilakukan sekolah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba adalah dengan dikembangkannya suatu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Bentuk  upaya ini bukan hanya mampu mengatasi, mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. UKS diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk mengembangkan pola hidup sehat yang anti narkoba. Dengan demikian,akan tercipta lingkungan sekolah yang menyenangkan, atmosfer hubungan kekeluargaan yang baik antara siswa dengan siswa, juga orang tua dan guru. Belajar menyenangkan di sekolah akan membantu dan meningkatkan daya tahan siswa terhadap pengaruh-pengaruh negatif.

            Jadi, sekali lagi saya acungkan jempol. Kalau perlu saya meminjam jempol-jempol lain sebagai tanda LIKE  dan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mencurahkan segenap waktu, tenaga dan pikirannya untuk membantu melepaskan negara ini dari rongrongan narkoba yang setiap hari telah memakan banyak korban. Berikutnya adalah kita untuk sama-sama bergerak. Jangan tunggu lama-lama, seperti apa kata Cici Paramida dalam ending lagunya :

Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama
‘Dia’ makin menyiksa

(2x)

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

1 thought on “Semangat Anti Narkoba!”

  1. Sore Bang Candra,
    boleh minta no telp saya sedang riset untuk pembuatan film dokumentasi mengenai narkoba di Indonesia. Many thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge