Hidup seperti kopi

menikmati secangkir machiato pagi ini
mengingatkan aku akan hidup

ya, hidup itu seperti kopi, terasa pahit
jika menginginkan hidup yang manis .. tambahkan gula saja 🙂

“saya pesan espresso tanpa gula” kata wanita itu dengan lembut

lho, ternyata ada juga yang menyukai rasa apa adanya
aku tersipu mendengarnya …
kata-kata wanita itu menyadarkanku, jika HIDUP ADALAH PILIHAN

ya, kita yang memilihnya dan menjalaninya.

HIDUP ITU SUNGGUH LUAR BIASA !

*machiato = espresso with foam

Hidup yang penuh resiko

saya suka makanan enak
intinya saya suka makan
hanya saja, saya tidak suka cuci piring 🙂

saya suka pakai baju bagus
setidaknya saya yang bilang begitu
hanya saja, saya tidak suka cuci baju 🙂

mempunyai suami (yang keren) seperti saya juga resiko lho
lagi-lagi setidaknya saya yang bilang begitu
itu sudah resiko istri saya

apapun yang kita lakukan mengandung resiko

semakin tinggi tingkat kesenangannya
semakin tinggi tingkat resikonya

semoga dengan melihat resiko, kita semakin bijak untuk melakukan sesuatu

Hidup seperti pohon

Pohon jika diambil buahnya akan tetap tumbuh dan menghasilkan buah
Pohon jika diambil rantingnya akan tetap tumbuh dan menghasilkan ranting baru
Pohon jika diambil daunnya akan tetap tumbuh dan menghasilkan daun baru

Apakah pohon marah jika diambil buah, ranting dan daunnya ?
“Ah, biasa aja kali” kira-kira beginilah celetukan sang pohon
Sebab pohon itu yakin, Sang Maha pasti akan menumbuhkannya kembali

Saya sebagai manusia, kadang merasa tidak nyaman, ketika ada sesuatu diambil dari diri saya.
Bukankah semuanya diberikan secara gratis oleh Sang Maha ?
Ya, bodohnya saya
Akhirnya saya baru menyadari, semua yang diambil, pasti akan diberikanNya kembali.

RahmatNya tidak akan berkesudahan.
Bersukacitalah 🙂

"Sekarang rencana kamu apa lagi?" tanya mamaku

itu adalah kalimat yang ditanyakan mamaku 🙂
pertanyaan itu dasarnya karena setiap kali aku berencana, aku pasti bilang ke mamaku
dia teringat dahulu kala ketika aku bilang pengen kawin
dan itu sudah terlaksana 🙂

“pengen jadi orang kaya” jawabku kepadanya

dan mamaku hanya tersenyum

notes :
– mamaku selalu mendoakan apa yg aku rencanakan
– menjadi kaya bukan berarti aku menjadi sombong, tapi bagaimana aku bisa membantu lebih banyak orang lain
– ya mungkin ada yg menyanggah, tidak kaya bukan berarti tidak bisa membantu, ya ya ya … saya setuju, pikirku kalo aku kaya pasti bisa lebih banyak membantu lagi
– menjadi saluran berkat bagi orang lain adalah dasar hidupku.

Arti uang

“Walaupun nilainya kecil (tidak material-istilah akuntansinya) jika dikalikan untuk beberapa tempat dan dikalikan beberapa waktu, maka nilainya akan material” kata guru itu kepadaku.

Seperti halnya uang itu, demikian pula dengan masalah

Ketika kita meremehkan masalah-masalah kecil, masalah itu akan menumpuk semakin banyak

Ayo selesaikan masalahmu 🙂