Narkoba di sekitar kita

Siapapun yang memiliki kesadaran dan keinginan untuk meraih masa depan yang baik akan selalu berusaha melindungi diri, keluarga, teman dan kerabatnya dari penyalahgunaan barang-barang terlarang apapun jenisnya. Kecuali bagi mereka yang suka ‘bermain api’ alias coba-coba yang tidak menutup kemungkinan akan membuka pintu bagi datangnya segala keburukan jangka panjang. Untuk itu kita perlu membentengi diri dengan pengetahuan yang baik tentang narkoba.

Kendati demikian, ketika kita sudah berusaha untuk menjauh. Ternyata narkoba ‘menjelma’ dalam bentuk lain. Sebut saja salah satunya adalah produk suplemen atau pelangsing. Sedang kita semua tahu, bahwa tubuh yang ideal, langsing dan menarik adalah dambaan setiap orang khususnya perempuan. Apalagi dalam kegiatan yang padat, menjadikan suplemen sebagai jalan pintas untuk menjaga daya tahan tubuh atau keseimbangan tetap terjaga.

Keberadaan narkoba abu-abu ini jelas saja membuat masyarakat menjadi takut. Bukan hanya takut tak sengaja mengonsumsi suplemen berbahan dasar narkotika sehingga menjadi kecanduan, atau merusak susunan syaraf pusat, tapi masyarakat juga tak ingin konyol terjerat hukum karena kedapatan mengonsumsi suplemen yang ternyata mengandung zat narkotika di luar pengetahuan mereka. Beruntung, jika si konsumen sudah memiliki pengetahuan tentang bahan obat, dapat mengenali suplemen berbahaya tersebut, tetapi bagaimana dengan masyarakat awam? Disini repotnya…

Pertanyaannya kenapa hal itu dapat terjadi? sebegitu kejamkah para produsen nakal produk-produk tersebut?  produsen hanya memikirkan bisnisnya tidak memikirkan kesehatan  orang banyak. Kasus ini begitu sangat mengkhawatirkan, banyak kalangan bisa terjerumus pada Narkoba walaupun mereka tidak tahu dan tidak sengaja.

Lalu, narkoba jenis apa yang menyusup kedalam produk suplemen atau pelangsing tersebut? Berdasarkan hasil pengujian labolatorium yang pernah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan  Badan Narkotika Nasional  (BNN) beberapa waktu lalu terhadap produk tanpa identitas atau label dari BPOM maupun Kementrian Kesehatan, ditemukan beberapa obat yang mengandung zat narkotika golongan I amphetamine. Amphetamine sendiri merupakan unsur utama pembuat pil ekstasi dan sabu-sabu.

Zat amphetamine sendiri memiliki sifat stimulansia yang merangsang sistem syaraf pusat sehingga pengguna tidak pernah kehabisan tenaga dan juga bisa menekan rasa lapar. Dengan banyaknya energi yang keluar tanpa ada asupan kalori yang masuk, tentu saja akan menurunkan berat badan secara drastis.

Selain suplemen dan pelangsing, produk lain yang perlu diwaspadai adalah jamu. Jamu adalah ramuan unik untuk pengobatan herbal di Indonesia,  dan digunakan untuk mengobati apapun sesuai dengan efektifitas tanaman yang dikenal secara empiris turun-temurun. Pengetahuan tentang Jamu telah digunakan selama berabad-abad di Indonesia , dan masih digunakan hingga hari ini.

Jamu yang dikenal sebagai herbal yakni salah satu alternatif  pengobatan, tidak menggunakan material kimia sintetik yang additive. Sudah eksis sangat lama sebelum ilmu farmasi modern memasuki Indonesia. Tapi, karena ulah si produsen nakal yang ’kreatif’ tapi negatif ini membuat citra jamu di masyarakat terutama kalangan bawah menurun.

Sudah puluhan kasus yang ditemukan di Indonesia, dimana jamu diolah menggunakan bahan kimia obat yang sangat berbahaya. Mulai dari komplikasi serius pada liver (hati), kematian jaringan pada ginjal, penumpukan lemak pada wajah, gagal jantung, pendarahan bahkan kematian.

Seperti halnya suplemen dan pelangsing, produsen nakal produk jamu tidak menepati janjinya. Pada waktu daftar, semua produsen jamu terdaftar rata-rata mencantumkan khasiat, mutu, hingga keamanannya. Namun mungkin karena mereka melihat pasar, ada kesempatan untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya akhirnya mereka menambahkan obat kimia tanpa mempedulikan efek sampingnya.

Cukup mengerikan bukan?!

Maka dari itu kita tidak cukup berkacak pinggang dan geram. Mulailah mencari pengetahuan-pengetahuan itu sejak dari sekarang, juga lebih teliti dan waspada lagi dalam memilih produk. Perhatikan label, komposisi dan efek samping yang ditimbulkan dari produk. Jika meragukan, lebih baik kita hindarkan.

Memulai hidup sehat dan seimbang.

Mungkin kalimat diatas sudah akrab ditelinga kita. Tapi ternyata banyak juga yang sulit melakukannya. Mengingat, berbagai kesibukan dan sepak terjang waktu setiap hari yang sepertinya sangat berarti. Dimana kita banyak menghabiskan waktu untuk bekerja atau sekolah. Belum lagi urusan-urusan lain, sehingga kita tidak memedulikan kesehatan. Lebih suka makan makanan siap saji, soft drink atau makanan-makanan lain tanpa mempertimbangkan kadar gizi.  Belum lagi soal kualitas dan kuantitas tidur yang kurang mendapat perhatian.

Untuk bisa hidup sehat dan seimbang, kita perlu mengatur lagi waktu dengan lebih baik. Jika ternyata kegiatan yang setumpuk mau tidak mau menyita pekerjaan kita, maka cobalah untuk makan, makanan yang bergizi, minum yang cukup setiap hari dan meluangkan waktu untuk berolahraga. Yah, meski hanya senam-senam sederhana atau jalan kaki setiap hari disekitar rumah. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa sehat itu sangat berarti ketika sakit datang.

Terakhir untuk BPOM, saya ingin mengungkapkan pendapat pribadi, bahwa saya tidak setuju. Meskipun dari BPOM memberi izin penggunaan amphetamine dalam suplemen atau obat pelangsing dalam takaran tertentu atau komposisi yang sesuai dengan dampak obat yang diinginkan. Pertama, saya yakin. Walaupun dalam jumlah sedikit, yang namanya narkoba pasti akan berpengaruh juga kedalam tubuh jika dikonsumsi terus menerus. Kedua, tidak menutup kemungkinan para produsen nakal itu memberikan takaran yang sedikit berlebihan dengan tujuan membuat konsumen ketagihan dan akhirnya berlangganan.

Saya jadi ingat “kata bang Napi” yang selalu mengucapkan kalimat ampuhnya disetiap akhir acara sebuah stasiun televisi,

“ Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelaku tetapi juga karena adanya kesempatan. Waspadalah! Waspadalah”

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge