Narkoba dan Kesehatan

Pasti sudah banyak yang tahu apa itu narkoba? Tapi karena kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman tentang narkoba dan kesehatan (bukan narkoba dan kesetanan loh) hehe.. maka agar terasa lengkap, ada baiknya saya sedikit tulis lagi mengenai definisi narkoba.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. (sumber : id.wikipedia.org).

Narkotika sendiri sebenarnya adalah obat dalam dunia kedokteran. Akan tetapi jika penggunaannya dilakukan secara berlebihan bisa menimbulkan efek yang merugikan. Istilah narkotik dalam pengobatan merujuk kepada bahan candu dan turunannya atau bahan sintetik yang bertindak seperti candu. Berdasarkan definisi tersebut maka  bahan narkotik hanya boleh digunakan dalam bidang pengobatan, yaitu sebagai sejenis obat penahan sakit.  Misalnya, akibat patah tulang ataupun pada saat pembedahan.

Oleh karena itu, obat-obat ini mulai dari pembuatannya sampai pemakaiannya diawasi dengan ketat oleh Pemerintah dan hanya boleh diserahkan oleh apotek atas resep dokter. Tiap bulan apotek wajib melaporkan pembelian dan pemakaiannya pada pemerintah. Berikut beberapa jenis narkotika dan kegunaan yang sebenarnya:

  1. Kokain. Digunakan sebagai penekan rasa sakit dikulit, digunakan untuk anestesi (bius) khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan.
  2. Kodein merupakan analgesik lemah. Kekuatannya sekitar 1/12 dari morfin. Oleh karena itu, kodein tidak digunakan sebagai analgesik, tetapi sebagai anti batuk yang kuat.
  3. Morfin, terutama digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri yang hebat yang tidak dapat diobati dengan analgetik non narkotika dan untuk mengurangi rasa tegang pada penderita yang akan dioperasi.
  4. Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karena efeknya sangat kuat. Heroin yang juga disebut putaw ini, mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan sering disalahgunakan orang.
  5. Methadone, saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opium dan digunakan sebagai analgesia bagi penderita rasa nyeri.
  6. Meperidin (sering juga disebut petidin, demerol, atau dolantin), digunakan sebagai analgesia.Obat ini efektif untuk diare. Daya kerja meperidin lebih pendek dari morfin.
  7. Ketamin. Kebanyakan dari obat ini digunakan sebagai penenang hewan
  8. Amfetamin, digunakan untuk membantu pemulihan stroke.

Dan masih ada beberapa jenis narkotik dan psikotropika lainnya lagi yang saya tidak sebutkan disini.

Dalam UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, narkotika dikelompokkan ke dalam 3 golongan, Golongan I, Golongan II, Golongan III, tercantum dalam pasal 6 ayat 1. Dari ketiga golongan itu hanya narkotika golongan III saja yang boleh digunakan untuk pelayanan kesehatan karena mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

Nah, mungkin teman-teman pernah mendengar atau mengalami sendiri ketika kita sakit dan terbiasa mengkonsumsi suatu obat. Misal obat xyz (nama samaran) untuk obat sakit kepala. Jika kita meminum obat tersebut sakit kepala akan terasa ringan, rilex atau bahkan mengantuk. Lalu bagi mereka yang biasa ‘mabuk’, rasa mual ingin muntah ketika dalam perjalanan dan mengkonsumsi obat anti mabuk. Sekarang yang menjadi pertanyaan saya adalah, apakah obat-obat tersebut mengandung narkoba golongan III ?

Pertanyaan saya akhirnya terjawab setelah saya mencoba menelusuri seluk beluk narkoba juga penjelasan dari seorang pengusaha herbal yang pernah mengenyam pendidikan farmasi. Beliau pernah mengatakan bahwa, “pada dasarnya semua bahan itu (narkotik dan psikotropika ) diproduksi untuk memenuhi kebutuhan farmasi, hanya saja pengedarannya dan pemanfaatannya dibawah pengawasan yang ketat. Mengenai apakah narkotik dan psikotropika ada disemua obat kimia, jawabannya tidak. Hanya pada golongan obat-obat tertentu dan biasanya harus menggunakan resep dari dokter”.

Tambahan informasi lainnya dari salah seorang rekan yang pernah mengalami sakit tertentu. Karena dia pernah kuliah jurusan kimia, ia mencoba cari tahu dan akhirnya ditemukan Kodein (salah satu jenis narkotika golongan III) yang terkandung dalam obat yang dikonsumsinya. Tentu saja saya melirik kebelakang sejarah perkembangan kesehatan saya pribadi yang cenderung naik turun dengan segala kesibukan, dimana saya pernah mengalami migrain berat, flek pada paru dan operasi usus buntu. Pada waktu itu saya menggunakan alat laparoskopi dengan pembiusan total selama hampir 5 jam. Itupun saya memerlukan waktu yang sedikit lebih lama untuk sadar total. Dari semua pengalaman itu, secara tidak langsung, berarti saya pernah mengkonsumsi obat-obat yang mengandung narkotika golongan III. Beruntung, setelah pemaparan rekan lulusan farmasi tempo hari, saya pun bisa bernafas lega. Pasalnya dulu, kemanapun saya pergi saya selalu sedia obat anti mabuk.

Cerita lain dari seorang teman yang juga mengalami penyakit paru-paru. Beberapa tahun selama penyakit itu bersarang, ia rutin mengkonsumsi obat dari resep dokter. Badannya semakin kurus disertai batuk kering. Suatu hari saat tes urin sebagai salah satu syarat diterimanya bekerja, ternyata teman saya terdeteksi pernah mengkonsumsi narkoba. Saya kaget, karena saya tahu benar dia tidak pernah menyentuh barang terlarang tersebut.

Kalau begitu, sekarang kita sudah tau, bahwa narkotika sebenarnya bukanlah untuk tujuan ‘bersenang-senang’ atau ajang pelampiasan seperti yang sekarang ini banyak beredar. Akan tetapi pada dasarnya narkotika digunakan untuk kepentingan kesehatan. Hanya saja, pemakaiannya di Indonesia harus merujuk pada aturan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Jadi, bagaimana pendapat teman-teman semua? Apa punya pengalaman yang serupa dengan saya?

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

1 thought on “Narkoba dan Kesehatan”

  1. Banyak orang yang terjebak karena salah kaprah tentang narkoba, yang awalnya digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan berfantasi akhirnya berujung pada penderitaan yang tiada berbatas…dan tak setara dengan kesenangan yang didapat…

    maka dari itu, jauhi narkoba, dekati anak pak luarh :v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge