Naik Commuter Line jadi mudah dengan Kartu Flazz

Tinggal di daerah Bogor dan Serpong merupakan sebuah berkah tersendiri, berkah karena lokasinya berdekatan dengan Ibukota Jakarta. Jika tidak macet, waktu tempuh Serpong – Jakarta kurang lebih sama dengan waktu tempuh Bogor – Jakarta yaitu sekitar 1 jam, hanya saja untuk saat ini sepertinya jika saya menggunakan moda transportasi seperti mobil/bis, saya harus membawa serta novel untuk menghabiskan waktu, karena sudah pasti membutuhkan waktu minimal 2 jam.

Untungnya baik Serpong maupun Bogor memiliki stasiun kereta yang terhubung langsung dengan Jakarta sehingga saya lebih memilih moda transportasi ini untuk bepergian, karena selain tidak mengenal kata macet, harganya juga tidak terlalu mahal. Untuk sampai Jakarta dari Serpong memakan waktu sekitar 45 menit, sehingga saya memiliki waktu luang untuk menyeruput kopi dibandingkan dengan teman saya yang menggunakan mobil/bis. Jika dari Bogor ke Jakarta menempuh waktu yang agak lama yaitu 1 – 1,5 Jam tergantung tujuan.

Nah dengan segala keuntungan diatas sudah pasti saya memilih naik commuter line dibandingkan dengan transportasi yang lain dan ternyata bukan saya saja lho yang berpikiran seperti itu, ternyata ada 575.000 orang setiap hari yang menggunakan jasa KRL Jabodetabek menurut finance.detik.com. Wah!! pantas saja jika saya naik commuter line berasa “penuh” hehe dan antrian merupakan pemandangan umum di setiap stasiun, apalagi ketika pagi hari dan sore hari dimana orang antri untuk membeli kartu maupun antri untuk masuk kedalam stasiun.

Pada awalnya ketika diberlakukan sistem kartu di commuter line saya merasa janggal, karena mungkin belum terbiasa, apalagi kita harus menukarkan kartu tersebut jika turun di stasiun yang kita tuju, terlalu merepotkan dan memakan waktu menurut saya sih, istilahnya adalah THB (Tiket Harian Berjaminan) dimana kita menjaminkan uang sebesar 5.000 rupiah, mungkin sebagai biaya pembuatan kartu.

Selain THB, kita juga bisa menggunakan kartu multi trip dimana kita bisa menggunakan kartu tersebut tanpa harus antri membeli THB, hanya saja kartu tersebut hanya bisa digunakan pada commuter line tidak bisa digunakan untuk yang lain.

Suatu pagi ketika saya akan berangkat ke daerah Thamrin, Jakarta, saya ditawari Kartu Flazz di Stasiun Rawa Buntu, tanpa pikir panjang saya pun setuju untuk membeli kartu Flazz tersebut. Alasan saya simpel yaitu karena saya suka membaca buku. Lho?

Ya, saya memang sedang berencana untuk memiliki Kartu Flazz karena saya bisa mendapatkan tambahan diskon saat membeli buku di Gramedia.

Setelah saya memiliki Kartu Flazz saya merasa banyak terbantu ketika naik commuter line dibandingkan sebelumnya:

  • Saya tidak perlu antri untuk membeli dan mengembalikan THB, jadi saya bisa langsung antri untuk masuk dan keluar stasiun
  • Kartu Flazz ini dapat digunakan sebagai tiket multi trip sehingga saya tidak perlu antri di setiap stasiun.
  • Kartu Flazz dapat diisi ulang di banyak stasiun KRL Jabodetabek mulai dari 20.000 sampai 1.000.000 rupiah. Oh ya bisa juga diisi di ATM Non Tunai BCA serta merchant bertanda “Flazz Isi Ulang”
  • Tidak ada masa tenggang dan tidak perlu khawatir kartu hangus.

Oh ya selain itu Kartu Flazz ini juga bisa saya gunakan ketika naik Trans Jakarta, jadi cukup dengan 1 kartu bisa saya gunakan untuk bermacam keperluan.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang manfaat menggunakan Kartu Flazz kamu bisa lihat slide dibawah ini, selain untuk naik commuter line ternyata Kartu Flazz masih memiliki banyak manfaat lain lho 🙂

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\
Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

13 thoughts on “Naik Commuter Line jadi mudah dengan Kartu Flazz”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge