Mudik ka Bogor

Bogor itu kota yang paling menyenangkan di seluruh dunia (menurut saya)
Mungkin karena disinilah tempat saya dilahikan πŸ™‚
Inget khan ada pepatah

Dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung

Udara bogor merupakan udara kehidupan pertama yang saya hirup di dunia
Saya teringat beberapa kali ke luar kota yang saya kangenin adalah Bogor
Hal yang membahagiakan ketika dari luar kota adalah plang hijau di tol yang bertuliskan Bogor/Ciawi

Diingatan saya terekam bau Bogor setelah hujan dan betapa sejuknya Bogor.

Saat ini saya tinggal di Jakarta (ibukota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri)
Mudik ke Bogor merupakan suatu kewajiban dan ritual rutin hari sabtu/minggu.
Walaupun nyamuk di Bogor kalo ngegigit bentolnya lebih gede, saya selalu menikmati tidur di Bogor daripada Jakarta.
Nyamuk di Bogor kalo nyerang paling ber-2, kalo di Jakarta bisa ber-10 bahkan lebih, kalo dari besar bentol, memang lebih besar nyamuk Bogor (perasaan saya sudah nulis tentang bentol ini deh) tapi kalo digabungin, lebih parah nyamuk Jakarta.

Hei pembaca… kenapa sekarang jadi ngebahas nyamuk… back to the topic, jadi berdasarkan jumlah penduduk, memang jumlah nyamuk di Jakarta memang berbanding lurus dengan jumlah penduduk Jakarta.

Stopp … jadi pabalieut (rumit-red) gini sih nih postingan…

Hhhhhh (narik napas)

Musik ke Bogor itu tidak memerlukan persiapan seperti ke tempat yang jauh (salah baca yaaa hehe harusnya mudik, kok bacanya musik sih)
Buat nyenengin mertua biasanya saya membawa hadiah andalan yakni siomay Stasiun Juanda, kata istri sih enak, kalo menurutku sih biasa aja πŸ˜€

Ya benar!! (lho) kok tiba-tiba benar, kalo mo mudik ke Bogor dari Jakarta ada beberapa alternatip: <- Bogor banged

1. Karena saya tinggal di daerah Grogol, bis bisa dijadikan pilihan (jurusan Kalideres – Bogor) terdapat beberapa PO, yakni PO Garuda, Limas, Indah Murni, dll. caranya kita nyebrang jembatan dekat Untar I ke Untar II dari situ nyebrang lagi ke tengah, karena bis tersebut melewati jalur itu.

2. Kita juga bisa naik Bis jurusan Kp. Rambutan-Grogol (Bis Nomor P 6), naiknya di depan Untar I, turun di terminal Kp. Rambutan kemudian naik bis Jurusan Kp. Rambutan – Bogor

3. Kita juga bisa naik Bis jurusan Kp. Rambutan-Grogol (Bis Nomor P 6), naiknya di depan Untar I, turun di Pasar Rebo kemudian naik bis Jurusan yang menuju Bogor.

4. Kita juga bisa naik Bis jurusan Cililitan-Grogol (Bis Nomor 46) atau Kp. Rambutan-Grogol (Bis Nomor P6), naiknya di depan Untar I, turun di UKI kemudian nyebrang dan naik mobil omprengan yang menuju Bogor.

5. Kita juga bisa naik Bis jurusan Cililitan-Grogol (Bis Nomor 46) atau Kp. Rambutan-Grogol (Bis Nomor P6), naiknya di depan Untar I, turun di Stasiun Cawang kemudian dari sana dilanjutkan dengan kereta Ekonomi/AC Ekonomi/Pakuan menuju Bogor.

6. Naik bis 157 jurusan Senen – Tangerang ke Stasiun Juanda kemudian dari sana dilanjutkan dengan kereta Ekonomi/AC Ekonom/Pakuan menuju Bogor.

7. Naik bis 86 jurusan Kota (Stasiun Kota) kemudian dari sana dilanjutkan dengan kereta Ekonomi/AC Ekonom/Pakuan menuju Bogor.

dari list diatas terdapat beberapa alternatif dari Grogol ke Bogor

1. 3 kombinasi (dengan 3 PO)
2. 1 kombinasi
3. 1 kombinasi
4. 2 kombinasi (dengan 2 bis)
5. 6 kombinasi (dengan 2 bis dan 3 jenis kereta)
6. 3 kombinasi (dengan 3 jenis kereta)
7. 3 kombinasi (dengan 3 jenis kereta)

Total kombinasi yang bisa dipakai dari Grogol menuju Bogor adalah 19 kombinasi, kombinasi ini saya hasilkan berdasarkan prinsip pencacahan dalam kombinatorika

Tips supaya mudik ke Bogor tidak membosankan, saya hanya perlu menggunakan kombinasi tersebut diatas πŸ™‚

gaya tulisan ini saya dapatkan dari suhu angga (seorang blogger yang berasal dari bogor) yang sedang bertapa di semak-semak bo

The End

lho kok endingnya kayak gini? … jawab: maklum saya suka yang tergantung-tergantung, jadi seperti ini deh πŸ™‚

sumber gambar: http://bogordailyphoto.blogspot.com

14 thoughts on “Mudik ka Bogor”

  1. bener neh infonya luengkappp… tenan!
    tinggal gambar peta.. gimana kalau kita tanya Dora…
    Heuheu.. windi mah masih cari tempat mudik, masih luntang lantung kalo lebaran… ke kampung orang teros. whuaa mungkin kalo punya suami musti nyang jauh kali ye?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge