Meredakan Kemarahan

Percy Arrowsmith & Florence tercatat sbagai pasangan tertua dalam buku Guinness 2005.Mereka menikah slama 80thn.Keduanya saling mencintai,apa rahasianya??? “Sederhana!!!”Katanya…

“Mereka tdk akan pergi tidur sbelum menyelesaikan konflik.Tidak enak tidur membawa kemarahan.Jika bertengkar,kami berusaha saling mengampuni sbelum larut malam,supaya hari itu bisa ditutup dgn sbuah ciuman & genggaman tangan.”
Bisanya,kita merasakan kemarahan apabila kita dicurangi,dituduh bersalah atau saat kita merasa diperlakukan tidak adil atau kita melihat suatu ketidakadilan.Dalam alkitab ada tertuliskan : Bagi orang muda yg panas hatinya ketika melihat orang2 yg jahat sukses.Mereka berbuat curang,melakukan tipu daya,ttp hidupnya lebih berhasil ketimbang dirinya yg hidup lurus.
Kemarahan pun,terkadang bisa muncul,jika dipendam.Dan hal itu bisa berbuah menjadi iri hati dan kepahitan.Satu kali ia bakal meledak dan bertindak main hakim sendiri.
Mulai dari skarang,marilah kita berhenti utk marah dan menyerahkan sgala suatunya kepada Tuhan.Biarlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan.Kemarahan tidak berguna.Jika disimpan,ia bagai sampah yg akan membusuki hati kita.
Saat ini,apakah anda sedang marah atau kerap merasakannya?Memang terkadang datangnya Kemarahan kita tidak bisa cegah tapi sebenarnya bisa kita redekan.Ceritakan apa yg menjadi kekesalan kita kepada Tuhan,dan nantikan dengan penuh kesabaran Dia bertindak,lalu padamkan amarah kita sebelum mentari terbenam.Jangan membiarkan kemarahan mengotori hati,mematahkan semangat,dan mengganggu waktu tidur kita.Karena,klo kita ibaratkan kemarahan tuh bagaikan penyakit kanker,jika tdk diberantas,akan mengerogoti dan merambat kemana-mana. 🙂

 

sumber

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

2 thoughts on “Meredakan Kemarahan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge