Maaf tunggu sebentar

Suatu hari saya sedang mencari inspirasi dan biasanya saya mendatangi toko buku.

Ketika ingin membayar, sang kasir sibuk dengan urusannya menaruh koin dan uang pecahan kecil, mungkin itu saat pergantian shift.

Kemudian dia berkata, maaf, tunggu sebentar.

Dari sisi konsumen saya hanya berpikir, jika saja dia bisa melayani konsumen terlebih dahulu, kemudian merapihkan uangnya kemudian, itu akan jauhh lebih baik.

Sambil menunggu saya berhitung dalam hati, jika dalam hitungan 10 dia belum selesai juga, saya membatalkan niat untuk membeli buku tersebut.

Di hitungan kesembilan saya pun dilayani.

Kemudian setelah melayani saya dia menatap saya sambil mengucapkan terima kasih.

Nah poin berikutnya adalah jangan lupa untuk menatap mata konsumen (tidak perlu terlalu lama, nanti dianggap menggoda) (tidak perlu juga melotot, nanti pelangannya ketakutan) dan memberikan ucapan terima kasih dengan tulus, oh iya jangan lupa tersenyum.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\
Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge