Maaf saya bukan blogger murahan

Sebagai seorang blogger, kepuasan terbesar ketika postingannya dilihat oleh banyak orang dan isi dari postingan tersebut dapat berguna bagi pembacanya.

Blogger dianggap sebagai media non main stream karena blogger dikerjakan secara personal, well ada juga sih blog yang dikerjakan secara keroyokan.

Dengan semakin hebohnya SEO (Search Engine Optimization) yang dipandang sebagai tombol untuk meledakan penjualan, maka blogger pun menjadi semakin bersinar, banyak perusahaan berbondong-bondong meminang blogger.

Dan permasalahan pun dimulai disini.

Dengan tidak adanya aturan yang jelas perusahaan dengan seenaknya menyodorkan harga kepada blogger. Saya sudah beberapa kali ditawari oleh perusahaan, ada yang saya terima dan ada juga yang saya tolak, alasan saya tolak adalah tema tulisan yang tidak sesuai dengan pandangan saya dan yang lainnya adalah karena harga yang ditawarkan sangat murah.

Saya bukan blogger murahan.

Awalnya saya menerima saja, ketika perusahaan menawarkan harga yang murah, tetapi ketika dipikir-pikir sepertinya harus ada harga yang sesuai dengan blog saya.

Penilaian rate sebuah blog menurut saya:

  • Seberapa lama blog tersebut dibuat
  • Bagaimana visitor blog tersebut
  • Berapa Alexa Rank dari blog tersebut
  • Berapa Page Rank dari blog tersebut
  • Berapa banyak follower twitter dan fans dari facebook pemilik blog tersebut dengan asumsi postingan blog akan di share di media sosial.

Nah ini pengalaman saya, bagaimana dengan kamu?

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

23 thoughts on “Maaf saya bukan blogger murahan”

  1. Sama kang…aku kadang g deal juga kalo bahasannya aku g suka sama harganya… kecuali ditawar2 mendekati gitu :D. Tapi kadang kalo aku suka kadang gratis kan atau dibayar produk aja pernah… tapi kalo perusahaan yang nawari kecil aku nggak mau..iya matre..biar aja wes xD
    Cuma enaknya karena rata sekarang tentang makeup lumayan seh, produk dapet uang juga dapet…hihihi

  2. Saya juga menolak tawaran posting yg tak sejalan dengan isi blog. Kebanyakan yang menawarkan job emang bayarannya masih di bawah harapan. Kalau buat promosi tapi dibayarnya dikit ya mending balik ke fitrah saja seh, ngeblog cuma buat nyalurin hobi hehehe…

  3. Membaca tulisan ini, disitu saya merasa sedih. Ternyata masih banyak yang menganggap blogger murahan, dengan menawarkan pekerjaan menulis dengan angka yang terasa sebagai penghinaan. Tapi mau bagaimana lagi, harus diakui blogger sendiri belum terstandarisasi baik secara lama ngeblog dan kemampuan menulisnya. Walau banyak isi blog para blogger yang lebih cetar dibandingkan media mainstrem.
    Di sini barangkali kita harus terus menyuarakan penolakan jika harga sangat rendah. Saya juga setuju lebih puas menulis gratis.

    1. halo indah, yup, blogger juga harus bisa mengukur dirinya sendiri apakah harga job tersebut wajar atau tidak πŸ™‚ tentunya disesuaikan dengan blog itu sendiri πŸ™‚

  4. Sayangnya banyak blogger yg masih kurang paham soal standar murah/mahalnya sebuah job review. Akibatnya ada yg main sambar karena kurang wawasan, efeknya blogger2 lain pun dianggap “sama murahnya”

    1. Hello Maya, yup bener banget, well sebenernya sudah banyak blogger yang menulis postingan seperti saya, semoga nanti dapat direalisasikan dalam bentu standarisasi rate untuk blogger dilihat dari kriteria yang saya tulisakan diatas, dan mungkin ada tambahannya mungkin

  5. Samaaaa.. Hahah.. Selama ini aku malah nolakin karena sok pengen bebas dari iklan. Tapi keknya sekarang uda berubah deh. Uda mulai butuh duit soalnya πŸ˜›

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge