Ketika vegetarian ditawari ayam

Sebelum menjadi vegetarian saya biasanya makan bubur ayam di taman jajan sektor 1, BSD City, ada yang pernah makan disana? enak lho 🙂

Awalnya saya diajak untuk makan disana oleh teman kantor, ketika suapan pertama saya langsung jatuh cinta pada bubur ayam itu. ahh gampang sekali jatuh cintanya hehe

Nah bubur ayam itu menjadi menu wajib makan malam saya, biasa lah anak kos jadi sering makan diluar dan nyari yang praktis.

Saya makan bubur itu dari harganya Rp. 9.000,-, kemudian naik menjadi Rp. 10.000,- dan sekarang naik lagi menjadi Rp. 12.000,-, ketika saya tanya ke bapak penjual bubur katanya mengikuti harga makanan di taman jajan tersebut, semua harga makanan disana sama. Kalo boleh jujur harga bubur di Bogor dekat rumah saya hanya Rp. 5.000,- jauh banget bedanya.

Ternyata ketika saya memesan bubur tanpa ayam harganya menjadi Rp. 10.000,- saja, wahhh ternyata jadi vegetarian menguntungkan juga yah hehe.

Suatu hari saya memesan bubur seperti biasa, tapi ada yang aneh di bubur tersebut, ada taburan daging ayam suwir diatas bubur ayam tersebut. Saya pun langsung menanyakan kepada ibu penjual bubur tersebut (maaf lupa cerita bubur itu dikelola oleh satu keluarga: bapak, ibu dan anaknya) Ibu itu berkata bahwa saya tidak perlu bayar Rp. 12.000,- cukup Rp. 10.000,- saja tapi tetap dikasih ayam.

Duh Gusti, baik banget ibu tukang bubur ini, tapi kemudian saya tersenyum dan menjelaskan bahwa saya menjadi seorang vegetarian yang tidak mengkonsumsi daging. Mungkin yang ada dipikiran ibu itu adalah saya memang tidak memakan ayam agar harganya jadi lebih murah tapi memang saya suka harga yang lebih murah hehe

Setelah dijelaskan akhirnya si ibu mengerti dan tidak memberikan “bonus” lagi pada bubur ayam yang saya pesan.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge