Kecapit pintu

Pernah nga kamu kecapit pintu alias kejepit pintu yang kenceng banget sehingga jari kamu bengkak?

Saya pernah!

Sebenarnya itu kejadian memalukan, masa saya yang badannya segede badak ini masih bisa dicapit sama pintu.

Adalah jempol jari kanan saya yang menjadi korban, sesaat setelah terjepit saya merasakan telapak jempol saya menjadi keras dan kuku saya berwarna keunguan akibar darah mati.

Karena sedang berkhayal jadi wolferine, saya berpikir besok juga sembuh, hasilnya, boro-boro sembuh, kuku jempol menjadi kehitaman, telapak jempol jadi tidak terlalu keras, tapi saya merasakan kuku jempol saya jadi terangkat.

Oh ya dihari saya kejepit saya nga bisa tidur, serba salah deh pokoknya, saran saya jika kamu mengalami hal yang sama seperti saya, yaitu terjepit pintu, kamu bisa memgkonsumsi obat pereda rasa nyeri yang dijual bebas.

Akhirnya pada hari minggu, selesai misa, saya datang ke poliklinik gratis, disana saya ketemu dokter yang cantik trus direkomendasikan agar kuku jempol saya dicabut (ngeri sekali) 

Melewatkan latihan choir anak saya , saya pun bergegas ke rumah sakit vania yang letaknya sekitar 100 tombak dari tempat saya berada. Saya langsung daftar untuk ke unit gawat darurat. Sang dokter cuma geleng-geleng ketika saya membiarkan keadaan jempol saya yang seperti itu. Sang dokter ganteng menyarankan hal yang sama, kuku saya harus di copot.

Proses pencabutan nga lama kok paling 5 menit, caranya jempol saya dibius agar saya tidak merasa sakit, etapi pas disuntik sakit kacida hehe.

Tuh nga kerasa khan kata perawat ganteng sambil nyengir, saat itu saya dikelilingi 1 perawat ganteng, 2 perawat cantik dan 1 dokter ganteng (mungkin dikiranya saya bakalan ngamuk laksana hulk)

Darah yang mati dibersihkan dari jempol saya, kemudian saya diberikan cairan kayak soda, soalnya berbusa gitu trus bagian yang terluka ditutup oleh kasa (saya sempet berpikir, ini bakalan sakit banget kalo dibuka, soalnya kasa itu menempel pada bagian yang luka) seolah bisa membaca pikiran saya, perawat cantik itu menjelaskan bahwa kasa itu mengandung antiseptic.

Saya bertanya kepada dokter ganteng itu apakah nanti akan mengeluarkan darah, dia menjawab tidak dengan mantabnya. Dia meresepkan obat antibiotik dan pereda rasa nyeri. 3 hari lagi lagi kembali ya untuk diganti perbannya ujarnya ramah.

Karena jarak Jakarta Bogor yang jauh saya akhirnya ganti perban di rumah sakit saint carolus di Jakarta.

Benar saja, kasa yang katanya mengandung antisptic itu menyebabkan sakit ketika dilepas hehe.

Besok rencananya saya akan mengganti perban lagi kemungkinan sih di rumah sakit vania.

Berapa biaya pengobatan gagara kecapit pintu ini?

Rumah sakit vania: Rp. 700.000,- (ini termasuk obat dan tindakan pencabutan kuku)

Rumah sakit saint carolus: Rp. 200.000,-

Hampir 1 juta!

Intinya mah kudu hati-hati, dan jika sakit segera ke rumah sakit, serahkan pada ahlinya.

Jika saat ini jempol atau jari kamu terjepit dan bengkak, mending segera diobati oleh dokter.

Oh ya harus dicek juga apakah ada tulang yang patah akibat terjepit, nanti bisa dikonsultasikan dengn dokter.

Cepat sembuh.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

10 thoughts on “Kecapit pintu”

  1. Buahahaha
    Turut berduka kang sama jempolnya, haduh itu sakit banget
    Karena kecapit abis sejuta itu ngehe juga sih
    semoga lekas sembung kang chandra!

  2. waaaaaaaaaaaaaaaaah pantesan aku gak percaya waktu dibilang jempol begitu karena kebanyakan maen game. tapi salutnya, meskipun jempol nyut-nyutan, masih nyempetin ngajar murid2 yang ngerepotin terus macam aku ini ya kang.

    menjura buat Suhu Chan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge