Kecanduan social media

Beberapa hari lalu saya serasa “ditampar” oleh tayangan video yang isinya kurang lebih seperti ini.

Jika kamu bangun tidur, kemudian kamu lebih mencari smartphone kamu dibandingkan istri/suami/anak, itu adalah sesuatu yang salah.

Yap! seakan saat ini social media adalah sesuatu yang tidak bisa lagi terpisahkan dari kehidupan kita, tidak salah jika saya bilang social media adalah candu dunia, hehe.

Tapi pernah terpikir ga? Tanpa social media, hidup itu tetap berjalan dan waktu tetap berputar.

Saat ini saya dan istri memiliki sebuah aturan yang tidak tertulis, social media dan smartphone merupakan “benda terlarang” yang tidak boleh ada saat kami berkumpul bersama keluarga.

Seperti orang yang saya kagumi menulis di status whasapp nya:

Keluarga adalah yang utama

Nah, ayo, jangan biarkan social media mengusai hidup kita, tapi kuasailah social media untuk hidup kita yang lebih baik.

Solusi yang saya miliki untuk terbebas dari candu social media:

  1. Buat komitmen, tentukan mana yang lebih penting antara keluarga dan social media, kamu bisa mengganti kata keluarga dengan pekerjaan;
  2. Tentukan kapan waktu untuk mengakses social media;
  3. Uninstall aplikasi social media, ini yang saya lakukan, saya menguninstall aplikasi facebook dari smartphone saya, saya masih bisa akses menggunakan browser kok, tetapi tidak lagi direpotkan dengan notifikasi yang muncul, disisi lain, saya yang tentukan kapan saya mau membuka social media tersebut.

Nah hal diatas adalah pendapat saya, kamu ada pendapat lain? tulis di kolom komentar yah πŸ™‚

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

4 thoughts on “Kecanduan social media”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge