Istri kok gitu?

Beberapa hari laluย ada seorang sahabat saya curhat dengan mata berbeling-beling berkaca-kaca tentang istrinya.

Jika saya diminta untuk membuat PTG oleh Sang Maha saya mau chan katanya…

Duh sepertinya berat banget nih masalahnya.

Memiliki keluarga katanya sih pasti ada perbedaan pendapat yang bisa berujung pada pertengkaran, menurut saya sih wajar karena menjadi suami istri artinya menyatukan isi dua kepala yang berbeda, tapi jika bisa mengurangi pertengkaran bahkan mengeliminasinya tentu lebih baik lagi.

Balik lagi ke sahabat saya yang curhat, katanya masalah dari pertengkarannya adalah masalah klasik yaitu masalah ekonomi, istrinya merasa kurang puas dengan penghasilan suaminya, istrinya sendiri juga memiliki penghasilan, tapi yang lucu adalah adanya perbedaan antara uang istri dan uang suami, jika sahabat saya sedang tidak memiliki uang dan menggunakan uang istri maka hal itu dianggap hutang.

Apakah menurut kamu ada istilah uang istri dan uang suami dalam sebuah keluarga?

Sahabat saya bercerita bahwa dia sampai meminjam uang untuk uang pangkal sekolah anaknya, ini berefek pada jumlah uang yang diterimanya per bulan menjadi berkurang.

Saya sedih mendengar curhatan sahabat saya itu… sahabat saya pun menanyakan pada saya bagaimana solusi untuk permasalahannya.

Hm… saya mah apa atuh, dari sisi umur, saya lebih muda dari dia, kira-kira ini solusi yang bisa saya kasih ke sahabat saya:

  1. Cari penghasilan tambahan, diharapkan dengan adanya penghasilan tambahan minimal dapat membuat istrinya menjadi good mood eh maksudnya dapat memenuhi pengeluaran keluarga.
  2. Hemat, dengan berhemat maka akan mengurangi biaya.

Ada yang bisa bantu saya, apalagi masukan yang bisa saya kasih untuk sahabat saya?

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

14 thoughts on “Istri kok gitu?”

    1. Thanks kang arul ๐Ÿ™‚ bener yah, sebelum menikah sebaiknya dibicarakan dahulu, agar ketika sesudah menikah jadi sama-sama enak. Hm.. yup saling percaya yah, sip kang ๐Ÿ™‚

    1. Thanks masukannya mas udin, memang benar sih jika terlalu memaksakan nanti malah jadi besar pasak daripada tiang, yup hemat dengan gaya hidup yang disesuaikan dengan pendapatan, nanti saya kasih tau ke sahabat saya, sekali lagi thanks yahh ๐Ÿ™‚

  1. Sebetulnya saya penasaran, apakah sebelumnya mereka ada obrolan tentang keuangan rumah tangga? Termasuk ketika istrinya berprinsip kalau uangnya dipakai oleh suami makan dianggap hutang. Apakah suaminya sudah menyatakan keberatan dna kemudian berdiskusi?

    Kalau pengalaman saya, dari sebelum menikah sudah bilang kalau sudah menikah nanti gak mau ribut urusan duit. Karena duit itu gak ada temennya. Yang keluarga sedarah aja bisa jadi berantem gara-gara duit. Untungnya, suami setuju dengan pendapat saya. Atau bisa juga melakukan perjanjian seperti pengalaman orang tua saya. Bukan perjanjian tertulis, sih. Tapi orang tua saya pernah membuat kesepakatan selama masih ada cicilan rumah dan mobil, maka itu jadi kewajiban papah saya. Sedangkan untuk kebutuhan harian, kewajiban mamah saya.

    Saya setuju dengan 2 saran itu. Kalau boleh ditambahin, sebaiknya buat kesepakatan tentang keuangan. Bisa tertulis atau juga enggak. Tapi yang penting keduanya sepakat.

    1. Thanks mba keke, iya memang balik lagi ke personality tiap pasangan, idealnya jika mereka merembukan dulu tentang masalah uang ini agar sama-sama enak. Setuju mba masa gara-gara uang kebahagiaan keluarga bisa teregut, segera saya informasikan ke sahabat saya, terima kasih masukannya keren ๐Ÿ™‚

  2. beberapa waktu lalu (tepatnya pas idul fitri waktu lebaran ke rumah temen) sempet ada yang cerita kayak gini mas
    tapi, saya ga bisa komentar apalagi kasih saran & masukan, secara belom nikah sih ntar yang ada malah rancu
    paling2 cuma bisa geleng2 kepala aja…

    yang pasti, emang sih kalo kita seblom nikah (ini katanya lho, bukan kata saya) harus ada perjanjian gitu, biar pas udah jadi ga ribut2 ekonomi dll.
    *cmiiw dah

    1. helo mas choirul, sepertinya masalah ini masalah klasik yah dan banyak yang mengalaminya, bener banget harus diobrolin di awal atau istilahnya dipaitin di awal sehingga tidak terjadi kejadian seperti ini, thanks masukannya mas ๐Ÿ™‚

  3. Sejujurnya rada merinding juga nih bacanya. Kalau sampai suami dianggap hutang yaa…
    Saran:
    1. kurang lebih sama dengan saran di atas ; sebaiknya suami mencari tambahan penghasilan yang halal tentunya
    2. mempelajari dan menerapkan prinsip hemat agar pasak TIDAK lebih besar dari tiang

  4. Dalam rumah tangga harusnya tidak ada duit istri ya duit istri dan duit suami adalah duit bersama, kalau gitu curang amat tuh istrinya? Coba kita fikir, bukankah istri bisa bekerja atas izin suami? Dengan bekerja berarti Si istri sudah meninggalkan beberapa kewajibannya sebagai seorang istri / ibu rumah tangga, nah pas dia punya duit kok mau di telen sendiri? Parah tuh gan. Saran saya sih :
    Istrinya perlu lebih banyak belajar agama.

    1. Thanks masukannya yah, menurut saya tiap manusia berbeda :), saya coba menghargai pendapat tiap orang, termasuk istri teman saya itu, saya juga setuju dengan yang namanya uang bersama ๐Ÿ™‚ karena saya cuman kenal sama teman saya, saya cuma bisa kasih masukan ke dia saja ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge