In memoriam : bibi

Sawaktu kecil saya pernah diajak baik bemo oleh paman dan bibi untuk membeli durian… karena jalanan yang belubang kepala saya terantuk oleh besi yang ada di bemo tersebut dan teringat jelas bibi mengusap kepala saya dengan lembut. Saat itu saya sangat senang sekali mendapatkan perhatian dari bibi dan berjanji pada diri saya untuk bersikap lembut kepada orang lain.

Bibi saya mempunyai keahlian menggunting rambut, kamar di depan rumah pun dijadikan tempat kerjanya, dia bekerja dari pagi-malam untuk melayani pelanggannya dengan ramah dan memberikan pelayanan yang baik. Ternyata ini yang mengilhami saya untuk bekerja sendiri alias menjadi wirausahawan.

Bibi saya kemudian pindah ke New Zealand, Negeri yang belum pernah saya kunjungi yang hanya saya lihat dari film Lord of The Ring, hampir setiap bulan dia mengirimi kami surat dan mengirimkan coklat. Beberapa tahun berselang dan  saya pun menerima kabar bahwa bibi telah meninggal.

Kematian mungkin hal yang saya anggap biasa, mulai dari kakek nenek, ayah dan masih banyak kerabat saya yang lain. Saya menyadari hidup ini singkat dan harus dijalani dengan sebaik-baiknya.

Terima kasih bibi… engkau salah seorang panutan saya dalam menjalani hidup ini.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge