Hidup tanpa TV, bisa!

TV

Suatu sore anak saya bertanya, mengapa dia tidak bisa menonton TV di rumah, saya menjawab, dengan tidak adanya TV kami bisa ngobrol dan bermain bersama. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan anak saya yang hampir berumur 5 tahun, mungkin dia sedikit kecewa tidak bisa menonton tayo, serial tv kesukaannya.

Yup, rumah saya tidak memiliki TV, alasannya menurut saya, TV bisa memberikan pengaruh yang kurang baik, apalagi jika
saya melihat banyaknya sinetron yang ada, duh rasanya saya kesel banget, sangat jauh dari kesan positif. Tau ga sih kalo TV juga bisa membuat kita kecanduan, saya tidak ingin hidup saya dikendalikan oleh TV, tapi sebaliknya, saya yang harus bisa mengendalikan TV, oleh karena itu saya memilih untuk tidak memiliki TV.

Apa jadinya hidup tanpa TV?

Biasa saja, nga ada yang aneh, jaman old tidak ada TV manusia masih bisa hidup tuh banyak lho yang bisa dilakukan tanpa TV,kita bisa baca buku, bercengkrama, curhat, dll.

Walau saya setiap hari berkutat dengan dunia online, tapi saya memilih untuk tidak memiliki TV dalam waktu dekat, bagaimana dengan kamu?

Image Source

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

6 thoughts on “Hidup tanpa TV, bisa!”

  1. wah, pilihan yang berani. saya tetap punya TV dengan alasan tertentu untuk hiburan dengan channel terpilih. sama seperti gadget, perlu ada kesepakatan sama anak-anak tentang waktu dan penggunaannya. misalnya, jam 9 malam mereka tak boleh menonton TV kecuali jika besoknya libur dan nontonnya ditemani ayah. apakah setiap saat mereka nonton TV? nggak juga, kan ada kesepakatan.

    1. Heeh kang, memang kudu ditemenin supaya kita bisa kasih penjelasan jika mereka ada yang tidak mengerti.

      Setuju dengan aturan, sehingga mereka tahu kapan waktunya untuk stop menonton TV. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge