Efek Narkoba

Narkoba hanya dapat dihilangkan dengan upaya bersama masyarakat Indonesia untuk hidup sehat tanpa Narkoba.

Narkoba, ah jika mendengar kata yang satu ini membuat saya kurang nyaman. Pada awalnya narkoba ini digunakan untuk kesehatan, tetapi sekarang bak pedang bermata dua, narkoba bisa digunakan untuk kebaikan dan dapat digunakan untuk kejahatan.

Apa sih narkoba itu?

Menurut wikipedia, Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Apa saja sih efek yang ditimbulkan narkoba terhadap kesehatan?

Menurut informasi yang saya dapat dari BNN (badan Narkotika Nasional, ini adalah dampak negatif dari narkoba:

1. Ganja
Ganja atau dikenal juga dengan istilah marijuana, cimeng, gelek atau hasis ini memiliki dampak depresi dan paranoid, gangguan persepsi dan berpikir, gangguan keseimbangan tubuh dan sulit konsentrasi.

2. Kokain
Kokain dikenal juga sebagai crack, daun koka, pasta koka. Dampaknya memicu serangan jantung, stroke, gagal ginjal, perilaku agresif, gemetar berlebihan, pandangan kabur dan halusinasi.

3. Shabu
“Untuk shabu-shabu biasanya efeknya hampir sama memberikan rasa gembira, yang sering terjadi orang pakai shabu-shabu kalau mendengar musik kepalanya jadi goyang-goyang.

Shabu juga dikenal sebagai ice, ubas dan methamphetamine. Dampak yang ditimbulkan bisa mengalami gangguan hati, ginjal, urat saraf, perilaku abnormal, mudah bingung, mudah cemas dan marah, senantiasa lapar dan susah tidur.

4. Morfin
Morfin dalam dunia kedokteran sering dipakai untuk obat penahan rasa sakit atau pembiusan karena bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Efek dari morfin ini adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu dan penglihatan kabur.

Umumnya morfin menimbulkan ketergantungan paling tinggi dibandingkan dengan zat lain, dan pecandu dari morfin ini dilaporkan menderita insomnia serta mimpi buruk.

5. Heroin
Heroin dikenal juga sebagai white, smack, junk, serbuk putih, medicine dan ubat. Dampaknya bisa menyebabkan detak jantung lemah, sesak napas, kerusakan paru-paru, ginjal, hati, sulit tidur, mata dan hidung berair, tremor, diare dan muntah.

6. Ekstasi
Dikenal juga sebagai inex, enak, cui iin, flash, dolar, flipper, hammer. Dampak yang ditimbulkan berupa kerusakan ginjal, hati, otak, kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama, menggigil, berkeringat, tidak mampu berpikir, melihat dan menyelaraskan fungsi tubuh.

Sedangkan gejala yang muncul adalah rasa cemas berlebihan, depresi, paranoid, hilang sensitifitas, akal sehat dan kesadaran. Namun kematian bisa terjadi jika ada gangguan pembuluh darah jantung dan pecahnya pembuluh darah otak.

Apakah kamu tahu bahwa Narkoba Bunuh 250 Ribu Orang di Dunia Setiap Tahun dan ada lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia yang menggunakan obat-obatan terlarang atau narkoba setiap tahun (sumber: jurnal Lancet.)

Sudah saat nya kita bilang

cukup !!

kepada narkoba.

Bagaimana cara penanganan narkoba?

Menurut Jefri Hutagalung berikut adalah langkah-langkah penanganan narkoba:

Langkah Represif
Upaya pemberantasan jalur gelap dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya diperlukan upaya terpadu baik lingkungan nasional regional, maupun internasional. Bagi Indonesia yang kondisi geografisnya terdiri dari ribuan pulau dengan garis pantai yang terbuka lebar disadari sebagai wilayah yang amat rawan bagi lalu lintas gelap narkotika. Pemberantasan jalur perdagangan gelap dan produksi narkotika di wilayah sumatera, jawa dan daerah lain selama ini telah lebih intensif dilakukan oleh aparat. Walaupun demikian, diperlukan pemberantasan yang berkelanjutan.

Pengobatan
Bagi korban penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya, pengobatan yang dilakukan dari segi medis, dalam arti melepaskan ketergantungan secara fisik tidak begitu sulit yaitu dengan pengobatan yang disebut dengan detoksifikasi yang memerlukan waktu sedikitnya tiga minggu. Namun terkadang kekambuhan datang kembali dikarenakan faktor psikologis, atau kepribadian si penderita dan faktor lingkungan.
Biasanya pengobtan yang dijalankan pada rumah sakit yang khusus menangani korban narkotika dan zat adiktif lainnya meliputi pengobatan detoksifikasi dilakukan dengan cara psikoterapi dengan maksud dapat memperkuat kepribadian, kepercayaan diri, harga diri dan mengetahui arti hidup yng berarti bagi si penderita, yang terakhir adalah dengan rehabilitasi medis.
Para pecandu narkotika biasanya mempunyai permasalahan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, penyembuhan melalui sistem pendekatan kemudian harus lihat dari berbagai segi dan faktor. Sejalan dengan pengobatan medis, pembinaan mental spiritual terus dilakukan. Bimbingan psikiater secara kontinu sangat dibutuhkan untuk menghindari kekambuhan kembali. Selanjutnya partisipasi masyarakat sangat diperlukan teruatama dalam hal penerimaan bekas korban narkotika untuk kembali ke tengah masyarakat untuk memulai hidup dengan wajar. Sedangkan bagi penderita yang sudah kritis secara fisik, hendaknya dibawa ke rumah sakit yang khusus menangani penderita penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif linnya.

Rehabilitasi
Tempat rehabilitasi dan sekaligus pengobatan terhadap korban penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya telah tersedia di berbagai tempat. Namun begitu yang lebih penting adalah bagaimana si korban dapat bertahan dari kesembuhan, tidak kmbuh lagi sepulang dari panti pengobatan dan rehabilitasi tersebut. Hal ini sangat memerlukan perhatian orang tua serta partisipsi masyarakat untuk memberikan dorongan, kesempatan bergaul, semangat baru, dan harapan-harapan baru diberikan kepadanya dan pendalaman agama untuk lebih bertaqwa kepada Tuhan YME. Tanpa motivasi, bayang-bayang menuju kekambuhan akan lebih cepat.

Akhir kata …

Jangan pernah mencoba narkoba, sebaiknya menghindar.

Dengan tulisan ini juga saya mengundang rekan-rekan blogger yang lain untuk ikut serta memberikan tulisannya tentang narkoba sehingga dapat terwujud masyarakat Indonesia yang bebas narkoba.

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge