Dream Catcher

Memiliki baby 1 tahun 2 bulan membuat saya menonton serial tv yang berbeda dari biasanya.

Dulu saya sering nonton Grimm, Brain Games, Nat Geo, How I Met Your Mother, Big Bang Theory…

Sekarang: Hi-5, Disney, dll.

Ternyata banyak hal yang bisa saya pelajari disana, di Hi-5 ada suatu cerita dimana sebelum tidur pemerannya menaruh dream catcher, sebuah alat mirip hula hop yang memiliki jaring ditengahnya. Dijaring tersebut dia tempelkan pelangi awan dan hal lainnya.

Hi-5 merupakan program tv untuk anak-anak yang diperankan oleh 5 anak muda, isi acaranya tentang segala hal tentang kehidupan anak kecil.

Kembali ke alat yang dinamakan dream catcher, alat yang menarik, (jangan-jangan ini alatnya doraemon :p) mirip dengan dream book dimana kita bisa menuliskan mimpi-mimpi kita di buku, atau mirip dengan dream poster dalam buku the secret yang di tulis oleh Rhonda Byrne.

Saya setuju dengan konsep itu dimana kita memang perlu menuliskan mimpi/harapan kita, agar kita dapat mudah mengingatnya. Kadang banyak kejadian dalam hidup ini membuat kita lupa akan mimpi-mimpi kita.

Dalam buku the secret kita diajak untuk melakukan visualisasi mimpi-mimpi atau harapan kita, tujuannya agar mimpi tersebut dapat terwujud.

Mimpi saya dahulu adalah menjadi seorang dosen. Dan saya sudah menjadi seorang dosen sekarang. Ketika kita sudah mencapai mimpi, akan muncul kepuasan tersendiri.

Pertanyaannya adalah apa yang kita lakukan setelah kita menggapai mimpi itu, apakah kita cukup puas, ataukah menggapai mimpi yang lain lagi?

Oh ya, share dong apa sih mimpi kamu?

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

6 thoughts on “Dream Catcher”

  1. Wah, pasti seneng banget ya Mas, salah satu mimpinya (jadi dosen) bisa tercapai. Mungkin rasa senengnya sulit digambarkan dengan kata-kata 😀

    Kalau mimpi saya sekarang adalah bisa beli rumah yg nyaman, hehe….
    Ditter recently posted…Lupa Makan, Lupa TidurMy Profile

  2. Salam kenal sebelumnya.. Salut karena mimpinya tercapai menjadi dosen.. Kalau saya sampai sekrg masih belum selesai mimpinya nih.. Kebanyakan impiannya tapi semoga bisa terwujud satu persatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge