Dik, kalo mau ke blok m turun dimana yah?
2011
Itu adalah pertanyaan seorang nenek kepada seorang gadis di dalam busway.
Kebetulan saya berada di dekat nenek tersebut sehingga tidak sengaja mencuri dengar, saat itu kami sedang dalam perjalanan di busway jakarta jurusan pinang ranti.
Gadis itu memberitahu jika ingin ke blok m harus transit di semanggi. Saya cuma berpikir, kasihan sekali nenek ini, umurnya kira-kira 70 tahun tetapi dibiarkan berada di jalanan sendirian… dimanakah hati nurani anak-anaknya?
Malaikat itu ada diantara kita
Saya yang seharusnya menuju bogor, tiba-tiba ingin menemani sang nenek, kemudian saya jalan dibelakang nenek itu mengikutinya, karena saya tahu bahwa transit di semanggi akan menempuh perjalanan yang panjang menuju Halte Benhil.
Selama mengikutinya saya berjalan sangat pelan, memberikan pelajaran bagi diri saya sendiri
hidup kadang cepat kadang pelan, nikmatilah hidupmu
Sambil mengunyah permen karet saya memperhatikan langkah gontai nenek tersebut dengan rambutnya yang berwarna putih keperakan.
Sesampainya di halte benhil saya membantu nenek tersebut untuk naik busway, kemudian duduk disebelahnya. Nenek tersebut sepertinya sadar bahwa saya tadi jalan bersamanya, kemudian dia bertanya apakah saya mau ke blok m juga? saya jawab iya sambil tersenyum.
Didera rasa penasaran saya bertanya mengapa nenek tersebut pergi sendirian, diapun bercerita bahwa supirnya tidak datang sehingga dia pergi sendiri menuju rumah keponakannya, anak-anaknya jarang menengok dia walaupun jaraknya hanya berbeda 10 rumah, ketika liburan dia pun sering tidak diajak serta.
Duh! kenapa ya ada anak yang seperti itu, oh ya nenek itu mempunyai 4 orang anak, dia pun berujar bahwa dia tidak ingin tinggal bersama anaknya karena dia merasa dijadikan sebagai pembantu, disuruh masak,dll.
Saya pun memapah dia turuh tangga menuju basement dan kemudian naik lagi untuk menuju bis jurusan pondok labu, nenek tersebut mengajak makan di restaurant dan saya menolaknya secara halus.
Senyumannya adalah hal terakhir yang saya lihat ketika bis 601 itu melaju, dan kemudian sayapun melanjutkan perjalanan ke bogor untuk mengajar mahasiswa/i saya.
Pelajaran yang bisa saya petik selanjutnya adalah
Cintai orang tuamu, bahagiakanlah mereka
Bukankah dari kecil kita selalu dibahagiakan oleh mereka? Sekarang adalah saatnya kita membalas kebaikan mereka.
Facebook comments:
15 comments
Trackback e pingback
-
Membangun Blog Dengan Cita Rasa Baru | SAHAJA CINTA
[...] blogger memotivasi saya untuk kembali ngeblog. Mereka antara lain Chandra Iman, Dhenok, RZ Hakim, Bradley, dan sohiblog lainnya, termasuk ...



Mantap kang, tidak semua orang akan melakukan yang dilakukan kang Iman. Saya kagum. Kebakan pasti berbuah kebaikan lagi kang..
nuhun kang, aminnn
Luar biasa mulia hait kang Chandra ini…biarlah Tuhan yang membalas kebaikanmu kang..semoga juga anak-anak ibu tua ini bisa kembali sadar untuk lebih memperhatikan ibunya ini..
maaf Typo
maksud saya Hati bukan hait..hehehehe
iya point pentingnya adalah jangan sampai kita melupakan kebaikan orang tua kita
terima kasih dah mampir
nich numpang blogwalking doank, mo coment tapi masih memikirkan idenya.
nanti kalo dah kepikiran idenya, komen lagi yah bang :p
Kau memang orang baik, sobat
saya banyak belajar kebaikan dari dirimu sob
wah, terharu aku bacanya…
semoga bisa berguna
thanks dah mampir ya
thanks sharingnya kang. what a nice story
Sangat menginspirasi kang chan!
Sebenarnya, orang tua adalah ladang amal bagi kita.. Sangat rugi jika kita menyia-nyiakannya…
Salam,
saya juga pernah waktu itu, di tengah jalan tiba2 berbelok arah. tapi alasannya krn mengejar seseorang yg kemudian menjadi idaman hati #eaaa