Diet Plastik

Saya menuliskan artikel ini setelah membaca http://www.mindbodygreen.com/0-16168/i-havent-made-any-trash-in-2-years-heres-what-my-life-is-like.html tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk melakukan hal seperti itu, menurut saya keren banget.

Sebenernya saya sudah berulang kali mendapatkan informasi mengenai diet plastik ini, hanya saja entah saya kurang tertarik atau kurang peduli, tapi itu dulu lho 🙂 sekarang saya lebih peduli 🙂 kemarin saya menuliskan tentang hal yang berhubungan dengan ini juga: http://www.chandra.im/pengertian-cuaca-dan-perubahan-iklim.html

Berkaitan dengan diet plastik mungkin saya belum bisa extreme seperti itu tetapi minimal saya bisa mengurangi kebiasaan membuang sampah terutama plastik.

Yang ada di pikiran saya ketika membaca tautan diatas adalah, bagaimana dengan sabun mandi, sabun cuci piring dan shampoo yang biasanya saya gunakan, apakah saya harus membuatnya juga?

Kalo kamu tahu informasi cara membuat shampoo dan sabun secara tradisional, jangan sungkan kasih tahu ke saya yah 🙂

Sebenernya ada hal membanggakan yang sudah saya lakukan, misalnya di kantor saya selalu minum dari gelas dan botol yang bisa diisi ulang, hanya saja kebiasaan ini harus saya bawa juga ke rumah. Hal lainnya adalah sepertinya saya harus siap membawa kantung sendiri ketika berbelanja (bukan kantung plastik tentunya)

Di Indonesia masih banyak pengguna plastik, menurut informasi dari teman saya yang baru saja pulang dari US, disana kantung menggunakan kantung kertas. Tapi walau penggunaan plastik masih banyak di Indonesia, sudah ada beberapa perusahaan yang menggunakan plastik yang akan hancur dengan sendirinya.

Beruntung ada teman saya yang bekerja di tempat pembuatan terpal, dia bilang bahan bakunya dari plastik yang di daur ulang dan juga dari biji plastik, tapi tentunya plastik yang di daur ulang tersebut haruslah plastik yang berkualitas. Jika daur ulang dilakukan berkali-kali hasilnya adalah produk tersebut berbau kurang sedap, contohnya kamu pernah menemukan kantung plastik / ember yang berbau tidak sedap bukan, biasanya berwarna putih / hitam.

Kembali ke tautan diatas, kata penulisnya dengan melakukan diet plastik dia merasa:

  1. Lebih hemat
  2. Lebih sehat (dengan mengkonsumsi makanan yang lebih baik, tanpa pengawet)
  3. Lebih Gembira

Nah bagaimana dengan kamu? ceritain dong pengalaman kamu diet plastik? 🙂

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\
Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

5 thoughts on “Diet Plastik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge