Dadah kecoa

Menjadi seorang vegetarian bukan berarti saya tidak mengkonsumsi kecoa eh makanan hewani. Saya juga berusaha untuk tidak membunuh hewan lho.

Kecoa, mahluk kecil berwarna coklat merupakan mahluk yang tidak saya sukai alasannya karena dia keseringan main di tempat sampah/kotor dan kadang suka pake parfum kebanyakan sehingga membuat hidung saya tidak nyaman, jika berpapasan di jalan biasanya saya dadah-dadahin, saya terakhir bertemu dengan si dia di kamar mandi dan saya persilahkan dia mengambil langkah seribu ke dalam lubang pembuangan air.

Sudah beberapa hari saya tidak berpapasan dengan si kecoa ini, kadang kangen membuncah dalam hati untuk bertemu, sekedar memberikan lambaian tangan… tapi yah sudahlah, saya coba memahami perasaannya, mungkin dia sedang galau dan sedang malas bertatap muka dengan saya.

Ah sampai lupa, sebenernya tujuan penulisan artikel ini adalah karena saya mau mereview produk pengusir kecoa.

Nama produknya karbol sereh, cenah (katanya) mah terbuat dari bahan alami, tapi pas saya korek lebih dalam, tetep menggunakan bahan kimia untuk menggabungkan air dengan minyak. (CMIIW)

Cara menggunakan produk ini adalah dengan cara dituang bukan diminum, well sama lah kayak karbol yang kamu beli di supermarket. Tapi kalo cara saya adalah saya tuang langsung, tanpa dicampur dengan air supaya temen saya makin kaya hehe.

Beberapa hari lalu saya tuang karbol sereh ini ke tempat si kecoa suka nongkrong, kaga pake hitungan hari, saya sudah nga ketemu lagi sama si dia.

Selain kecoa, karbol sereh ini juga efektif untuk mengusir pacar kalo dipake sebagai parfum semut, nyamuk, dll.

Selain karbol sereh ini, si kecoa juga punya musuh lho, namanya tawon bendera alias si evan biasanya jika saya menemukan tawon ini artinya saya tidak jauh dari sarang kecoa.

Nah daripada nungguin si evan yang nga pasti, kamu bisa dapetin karbol sereh ini di BSD Junction tepatnya di jembatan penyebrangan antara ITC BSD City dan BSD Junction.

karbol sereh

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

2 thoughts on “Dadah kecoa”

  1. oo… itu ya sebabnya, dia suka pakai parfum kebanyakan
    hmmm… pantesan aku sering kebliyengan
    Selain untuk bumbu rendang, ternyata sereh bisa beken kecoa tertendang dan akhirnya mati terlentang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge