Antara lego dan kehidupan

Suatu sore saya berada di Cilandak Townsquare atau dikenal dengan nama citos untuk melakukan meeting bersama rekan-rekan dari KKMK Indonesia. Sambil menunggu waktu meeting saya melihat ada kerumunan orang dilantai bawah mall tersebut.

Karena penasaran saya mendekati tempat itu dan ternyata sedang ada lomba menyusun lego untuk anak-anak, wah serunya!

Continue reading “Antara lego dan kehidupan”

Orang yang manis

Baca bukunya Oprah tentang sahabatnya yang berlaku manis kepada semua orang (termasuk kepada pengemudi taksi) mengingatkan saya kepada sahabat saya.

Suatu malam saya menerima telpon pukul 12 malam tepat (tidak kurang tidak lebih) saya yang mengetahui ada telpon masuk langsung mengangkatnya, bagi saya setiap telpon yang masuk adalah penting dan saya berusaha untuk secepat mungkin untuk mengangkat telpon.

Continue reading “Orang yang manis”

Jika saya sempurna, maka apa yang saya ucapkan sangat sempurna, sayangnya saya tidak sempurna

Berikut adalah status saya di facebook sebagai pengingat bagi saya sendiri untuk lebih bijak dalam membuat status di media sosial.

Saya mendapatkan sebuah komentar di facebook yang menanyakan mengapa saya tidak memberikan solusi melainkan hanya membuat status saja… Semoga nanti saya lebih dewasa lagi dalam membuat status apalagi media sosial artinya media yang digunakan bukan oleh saya sendiri.

Jika memang “gatel” untuk membuat status setting only me saja, biar kamu sendiri yang menikmati status tersebut.

Teman saya pernah berkata, ketika menjadi manusia harus menjadi manusia yang berguna bagi orang lain, lah kalo nulis status saja menjelekan orang lain tanpa memberikan solusi, ibaratnya menyuruh orang yang tidak melihat untuk pergi ke utara.

Hari ini saya baru melihat status yang menyudutkan orang lain dengan profesi yang sama, kemudian dia mendapatkan sangsi sosial. Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk selalu berpikir sebelum menuliskan status di media sosial.

Malu sama anak kecil

Anak kecil itu bernama Jaden Smith, putra dari Will Smith. Diwawancarai oleh majalah Esquire, Will Smith menceritakan tentang anaknya yang hanya memiliki 6 buah celana,5 potong baju dan 1 pasang sepatu.

Wah!

Saya sempat membaca tulisan yang berjudul anak Will Smith tidak mau diperbudak oleh uang.

Sebuah pernyataan yang menarik dan anak ini benar-benar melakukannya.

Jika boleh jujur uang saya saya miliki mungkin hanya seujung kuku uang yang dimiliki Will Smith, hanya saja jumlah celana, baju dan sepatu saya jumlahnya lebih banyak dari yang dimiliki oleh Jaden Smith.

Hal ini yang membuat saya malu, terlebih saya harus disadarkan oleh seorang anak kecil.

Tahun 2000 seorang mentor saya memberitahu bahwa dia sudah hidup sederhana, kalo dipikir-pikir bener juga yah, mengapa kita harus hidup dengan berlebihan. Memiliki uang atau semua hal yang melekat pada diri kita tidak serta merta merubah kita, penampilan mungkin bisa menipu, tetapi hati kita akan tetap sama.

Semoga di tahun 2015 ini saya bisa hidup dengan lebih sederhana.

pic source

Ketika dunia berubah menjadi negatif

Apakah kamu menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari?

Jika jawabannya iya, tentunya kamu sering melihat komentar yang bernada negatif, tidak peduli seberapa positifnya tulisan tersebut.

Orang sering menuliskan komentar negatif di media sosial menurut saya karena seringnya kita mendapatkan informasi di media tentang maraknya penipuan yang dilakukan (banyak orang yang tidak baik menggunakan kedok kebaikan).

Saya jadi ingat cerita tentang seorang anak yang berbohong, ketika dia mengatakan sesuatu yang benar, orang tidak akan percaya lagi kepadanya.

Nah jangan kaget nanti jika kita telah melakukan sesuatu yang baik tapi ternyata ada komentar yang negatif, namun apapun komentarnya tetaplah berbuat baik.

berbuat-baik

source