Yakin

Saya merasa sangat beruntung karena bisa mengenal banyak orang dan bisa belajar dari mereka.

Para sahabat saya banyak yang memiliki keyakinan yang berbeda, anehnya saya justru secara tidak langsung belajar mengenai keyakinan itu.

Saya rasa semua keyakinan itu baik, yang terpenting adalah orang yang meyakininya juga melakukan hal yang baik.

Kecanduan social media

Beberapa hari lalu saya serasa “ditampar” oleh tayangan video yang isinya kurang lebih seperti ini.

Jika kamu bangun tidur, kemudian kamu lebih mencari smartphone kamu dibandingkan istri/suami/anak, itu adalah sesuatu yang salah.

Yap! seakan saat ini social media adalah sesuatu yang tidak bisa lagi terpisahkan dari kehidupan kita, tidak salah jika saya bilang social media adalah candu dunia, hehe.

Tapi pernah terpikir ga? Tanpa social media, hidup itu tetap berjalan dan waktu tetap berputar.

Saat ini saya dan istri memiliki sebuah aturan yang tidak tertulis, social media dan smartphone merupakan “benda terlarang” yang tidak boleh ada saat kami berkumpul bersama keluarga.

Seperti orang yang saya kagumi menulis di status whasapp nya:

Keluarga adalah yang utama

Nah, ayo, jangan biarkan social media mengusai hidup kita, tapi kuasailah social media untuk hidup kita yang lebih baik.

Solusi yang saya miliki untuk terbebas dari candu social media:

  1. Buat komitmen, tentukan mana yang lebih penting antara keluarga dan social media, kamu bisa mengganti kata keluarga dengan pekerjaan;
  2. Tentukan kapan waktu untuk mengakses social media;
  3. Uninstall aplikasi social media, ini yang saya lakukan, saya menguninstall aplikasi facebook dari smartphone saya, saya masih bisa akses menggunakan browser kok, tetapi tidak lagi direpotkan dengan notifikasi yang muncul, disisi lain, saya yang tentukan kapan saya mau membuka social media tersebut.

Nah hal diatas adalah pendapat saya, kamu ada pendapat lain? tulis di kolom komentar yah ūüôā

Basah

Ini merupakan pengalaman pribadi saya beberapa pekan yang lalu, baru sempet posting sekarang.

Bogor yang dikenal sebagai kota hujan membuat penduduknya harus siap kapanpun untuk basah.

Disuatu malam, Bogor turun hujan, saya yang sedang duduk tenang diangkot, tiba-tiba dikejutkan dengan suara lembut seorang lelaki, dia meminta maaf karena tubuhnya basah dan mungkin akan membuat saya tidak nyaman. Wah dia sopan sekali.

Sambil nyengir, saya menjawab bahwa saya tidak keberatan, karena saya sendiri juga habis kehujanan, jadi badan saya basah kuyup juga.

Saya perlu belajar dari laki-laki itu, karena mungkin saya saya membuat orang lain tidak nyaman, atau, saya harus menjadikan diri saya orang yang bisa membuat nyaman orang lain.

Pelajaran kedua sebagai pengingat bagi diri saya sendiri adalah kadang orang melakukan kesalahan kepada kita, baik disengaja maupun tidak dan kita harus memaafkannya, mungkin, ini mungkin yah, kita sendiri juga mungkin pernah melakukan kesalahan kepada orang lain. (banyak amat kata mungkinnya yah hehe)

Have a great day!

Mau kemana?

mau kemana

Sadarkah kamu jika sedang berpapasan dengan orang lain, kita secara tidak sadar menanyakan tujuan orang itu atau sebaliknya, dia yang menanyakan kepada kita tentang tujuan kita.

Mau kemana?

Hm… jujur kadang saya jadi males jawab, masa saya mau ke WC saja harus memberikan laporan kepada orang yang berpapasan dengan saya hehe, ditambah lagi kalo sudah kebelet, wah bisa berabe deh urusannya.

Semoga postingan ini bisa menjadi pengingat untuk diri saya agar tidak terlalu kepo dengan urusan orang lain.

Nah, jadi kira-kira apa yang harus saya katakan yah ketika berpapasan dengan orang lain, tanpa membuat dia merasa tidak nyaman?

Pic Source

Kebaikan

Kemarin, ketika saya jalan berdua dengan claudia, (bener-bener jalan kaki) kami melihat nenek-nenek berjilbab yang kesulitan untuk naik dan turun trotoar, spontan saya membantu sang nenek dengan memberikan tangan saya saya sebagai tempat untuk berpegangan sementara claudia terus berada dekat dengan saya.

Anakku, kebaikan itu tidak memilih tempat, di jalanan kita bisa kok berbuat baik.

Anakku, kebaikan tidak membeda-bedakan orang, walau orang itu tidak seagama dengan kita, tidak seras dengan kita, dll.

Anakku, jangan melakukan kebaikan jika kamu berniat mendapatkan sesuatu.

Lakukan kebaikan, karena itu adalah sesuatu yang harus kamu lakukan.

I’m not happy

Punya banyak sahabat itu enak, kita bisa belajar banyak dari mereka.

Siang ini saya secara tidak sengaja mendengar curhatan sahabat saya di telpon, kira-kira isinya begini:

  • Pas tadi pijat terapisnya kurang enak, badan terasa sakit semua,
  • Pas bleaching eh kena alis, sehingga alisnya jadi pirang semua,
  • Pas nimbang eh berat badan naik 6 kilo,
  • I’m not happy.

Continue reading “I’m not happy”