#AyoMenulisBersama SiDU

Peringkar Membaca Indonesia

Berdasarkan pemeringkatan literasi internasional yang dilakukan oleh Most Literate Nations in the World, yang diterbitkan Central Connecticut State University, Maret 2016. Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara dari sisi kemampuan membaca dan menulis ( setara dengan Afrika Selatan ).

OMG!

UNESCO juga dalam sebuah survey menyatakan minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen, atau 1 banding 1000. Artinya, dalam 1000 (seribu) masyarakat Indonesia hanya terdapat 1 (satu) masyarakat yang memiliki minat baca. Sehingga berdasarkan data tersebut, dari 255 juta jiwa penduduk Indonesia, hanya terdapat 255 ribu orang yang suka membaca.

Duh saya nga mau lah kalo anak saya seperti ini, sepertinya saya harus ajarin anak saya untuk ngeblog eh menulis cerita hehe.

Menurut beberapa survey dan penelitian yang kami lakukan dari berbagai macam sumber, saat ini anak – anak tingkat Sekolah Dasar mengalami kesulitan pada saat mereka diminta untuk menulis dan mengarang. Ada beberapa faktor penyebabnya, diantaranya menulis bukan menjadi sesuatu yang penting dan kurang menyenangkan untuk mereka, Padahal pada dasarnya, Menulis itu harus sering dilatih, dibiasakan dan dipraktekkan. Untuk itu kita perlu merangsang minat menulis mereka dengan sesuatu yang dapat mengeluarkan daya imajinasi sehingga tertuang dalam bentuk tulisan.

Hal ini perlu disadari oleh seluruh pihak, terutama para orang tua dan para pengajar. Terlebih di era komunikasi canggih saat ini, anak – anak menganggap Gadget adalah satu – satunya hal yang sangat menyenangkan dan dianggap satu hobi baru bagi mereka. Hal ini bisa menjadi ancaman buruk bagi perkembangan generasi anak – anak kita nantinya.

Untuk Itu langkah yang kami ambil dalam kegiatan Roadshow AYO MENULIS Gooes To School 2018 yang dipersembahkan oleh SIDU kali ini, menjadikan MENULIS menjadi suatu kebiasaan dan membudaya pada Generasi Muda. Dengan Menggabungkan Konsep Mendongeng, Membaca, Bercerita dan Menulis, seluruh peserta dapat menuangkan semua ide kreatif dan imajinasi mereka. Sehingga apabila mereka sudah terbiasa menulis, bukan mustahil generasi muda Indonesia akan membudayakan Menulis dalam kesehariannya.

Thanks SiDU.

Semoga kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, karena masih banyak anak Indonesia yang harus dipacu untuk menulis (termasuk saya) #pedahaludahtua

Ayo Menulis Bersama Sidu

Ayo Menulis Bersama Sidu

Ayo Menulis Bersama Sidu

Ayo Menulis Bersama Sidu

Ayo Menulis Bersama Sidu

Image Source: SiDU

Author: chandra iman

Saya seorang abah, suami & dosen \\ Penyuka media sosial \\ Cari saya @chandraiman di facebook dan twitter :)

3 thoughts on “#AyoMenulisBersama SiDU”

  1. Tapi bener deh Kang Chan, saya sih merasa menulis itu seolah-olah suatu yang sudah dan keren. Indikasinya ketika orang tau saya punya blog, kebanyakan responnya, waaah, keren bisa nulis. Atau saat bikin caption yang cukup panjang di IG kebanyakan bilang. “wak gw sih gak bisa nulis sepanjang itu”

    Menuangkan opini dalam bentuk tulisan untuk orang Indonesia itu kayaknya masih susah banget. Dari sini impacknya kemana?ke Media Sosial, di kolom komentar kebanyakan memberi komen yang bener-bener ngawur, jauh dari isi dari artikel atau bahannya.

    1. Sudah pasti keren dong kalo bisa nulis hehe, saya yakin ilmu nulisnya berasal dari apa yang dia lihat, baca dan dengar.

      Saya cuma bisa menduga, orang tidak pintar menulis karena mereka tidak mau untuk memulainya hihi untuk memulai memang tidak mudah, hal lainnya adalah mereka jarang membaca.

      Dampaknya, jumlah penulis di Indonesia dikit banget, artinya jumlah bukunya juga dikit, artinya masa mendatang, maaf, mungkin tingkat kepintaran bangsa Indonesia mungkin tidak terlalu meningkat tajam.

      Saya sih cuma berharap tingkat membaca orang Indonesia bisa meningkat kemudian akan berpengaruh ke tingkat menulis.

      Saya melihat minat baca orang Indonesia semakin baik, coba lihat saja betapa padatnya Big Bad Wolf, mungkin jka harga buku bisa ditekan, minat membaca juga akan lebih meningkat.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge